Jalan-jalan Turki : Dolmabahce Palace, Taksim Square, Topkapi Palace, Basilica Cistern (Day-4)

Posted: April 18, 2016 in Travel

Dikarenakan kemarin kita sudah agak santai, jadi hari ini mau dikebut ke beberapa tempat.

DOLMABAHCE PALACE

Tempat wisata pertama yang kita datangi adalah Dolmabahce Palace. Istana yang sangat luas ini merupakan peninggalan sultan yang lokasinya berada di sisi Eropa Bosphorus. Istana ini pernah sebagai pusat administrasi utama dari Kekaisaran Ottoman 1856-1922, kecuali selama 22 tahun antara (1887–1909) di mana digunakan Istana Yıldız. Kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, 1923-1938, dan tempat tinggal pribadi keluarga. Sekarang tempat ini dijadikan museum. Menuju tempat ini gampang, tinggal naik tram sampai Kabatas, lalu jalan kaki.

Ketentuan HTM

Karena tiket masuknya yang lumayan mahal dan tidak termasuk dalam kategori tempat yang bisa masuk pakai Muze Card, jadi kita pilih tiket dengan pilihan harga 30TL dan melewatkan Hareem. Istana ini dibagi 2 bagian : Selamlik dan Hareem. Ingat-ingat ya, hari SENIN dan KAMIS tutup, juga saat hari besar Islam. Buka dari Jam 9 sampai Jam 3 sore. Untuk pengunjung group dan perorangan dibedain, masing-masing ada guide-nya. Citizens juga ada, jadi ada guide yang pake bahasa Inggris dan bahasa Turki juga ada.

Dolmabahce1

Sebelum masuk, sepatu kita dipakein plastik dulu biar gak ngotorin karpet :

Sepatu

Cuma muterin satu istana aja udah mayan pegel🙂 untung indoor. Dan selama didalam kita sama sekali TIDAK BOLEH MOTRET!  Ruangannya masih terawat rapi, dan sangat mewah dijamannya. Katanya dilapisi emas boooo! Dari mulai tempat kerja, tempat menerima tamu, perpustakaan,  tempat hamam-pun ada! Ada satu ruangan yang uwoow banget, tempat buat kumpul-kumpul ceremony gitu. Kebayang kan kalau kita nonton film setting kerajaan dan ada tempat dansa-dansi? Seperti itulah tempatnya. Sultan ini kan punya banyak Hareem, kalo acara rame-rame gitu ga boleh ikutan. Tapi mereka bisa ngintip di ruang atas yg ada jendela kaca yang bisa dilihat cuma 1 sisi saja.

This slideshow requires JavaScript.

Selesai keliling, kita duduk2 di tepi selat bosphorus yang sambil ngemil jajanan yg dibeli pas dijalan tadi. Teteeep sambil foto-foto dooong…. ga ketinggalan🙂

TAKSIM SQUARE

Kelar istirahat dan foto-foto, kita lanjut ke Taksim Square dengan naik furnicular. Balik ke stasiun trem tempat kita turun tadi di Kabatas, dan naik semacam trem khusus (halte-nya ga gitu jauh dr terminal subway) cuma ini semacam subway, kalau Tram kan di jalan. Pernah ke The Peak Hongkong or Penang Hill naik trem khusus? Ya seperti itulah rasanya. Jalannya nanjaaaaak… Jadi agak tegang juga sih, untung cuma sebentar. Dan…taraaaaaaaa, pas keluar stasiun kita sudah ada di taksim Square! Tempat ini biasa dipake demo-nya para demonstran, semacam Bunderan HI-nya Indonesia.

Taksim Square
Tak jauh dari Taksim Square,ada Istiklal Street. Jalan yang panjaaaang…. dimana disitu tempat jualan barang-barang branded dan jejeran restaurant. Untungnya masih ada tempat makan yang masih terjangkau kantong, mampirlah kita di sebuah tempat makan dengan menu utama maksi kita Kebab (lagi)🙂 dan hujan mulai turun, untung pas kita kelar makan lambat laun reda. Lupa banget travelling kali ini ga bawa payung. Biasanya hujan ga hujan, tiap haripun ga lupa bawa payung di tas..

Kuliner Turki

Sarap

Selain itu, selama kita keliling Istiklal Street, menemukan beberapa nama toko yang namanya tidak asing di telinga karena seperti memakai bahasa Indonesia. Namun artinya lain, entah itu apa🙂 seperti ini :

BatikDesaGratis

Oh ya, kalau mau nyoba tram kuno disini juga bisa. Namanya Istiklal Caddesi Tram, dengan warna merahnya yang khas.

Istiklal Caddesi Tram
Kenyang “isi bensin”, rencananya kita mau ke Galata Tower. Kata petunjuk yang kita baca, tinggal disuruh jalan kaki sampai ujung Istiklal street tempat dimana trem kuno mangkal. Tapi pas sampe ujung kita bingung baca petunjuk arahnya,salah jalan,dan muter-muter ga jelas. Mana jalannya turunan gitu,kalo salah jalan kan harus nanjak parah gitu! Pffffft… Sampai akhirnya nemu halte trem, kita putuskan buat balik aja lagi ke hostel. Besok kita cari lagi sambil browsing dulu, harak maklum dhuafa Wifi. Nunggu yang gratisan. Hihii…
TOPKAPI PALACE

Sampai Sultan Ahmet, hujan deresssss! Masih ada 2 tempat lagi yang pengen kita datengin : Basilika Cistern sama Topkapi. Hujan agak redaan,kita jalan lagi. Hujan, neduh lagi. Gitu aja terus… Bawa payung si adek, tapi tetep aja basah. Karena satu payung dipake berdua.

Topkapi1
Tempat yang kita tuju pertama adalah Topkapi. Ada yang sangat penasaran banget pengen kita lihat. Disini ada benda-benda bersejarah peninggalan Rasulullah SAW dan beberapa Nabi beserta Sahabat-sahabatnya. Istana Topkapi ini sangat luas, dan dibagi dalam beberapa bagian. Sampai akhirnya kita tiba di suatu rumah yang sangat dijaga ketat. Pavilion of the Holy Mantle and Holy Relics. Disini tempat benda-benda bersejaran peninggalan Nabi dan Rasul diantaranya : Holy Mantel, Janggut, kotak penyimpanan gigi nabi, jejak kaki, busur, dan pedang Rasul. Sedangkan peninggalan nabi lainnya antara lain : Nampan yg pernah digunakan Nabi Ibrahim, tongkat nabi Musa, Pedang Nabi Daud, Jubah Nabi Yusuf. Selain itu juga ada benda bersejarah peninggalan Fatimah Putri Rasul berupa mantel, sajadah juga pedang-pedang dari para sahabat Nabi.

Topkapi2
Karena tidak boleh memotret, saya jadi lupa detail-nya *faktur-U banget🙂 Di ruang pameran, saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Quran diperdengarkan. Ternyata itu adalah suara orang asli mengaji! Masya Allah… Mungkin satu hari dia bisa beberapa kali khatam. Suaranya indaaaaah sekali.

Topkapi3
Karena sudah ketemu apa yang dicari, kita memutuskan untuk pulang, sebelum hujan turun lagi. Sudah kedinginan pula kena tempias air hujan dan sepatu yang basah karena genangan-genangan air😦 suhu di Turki juga meski suka panas, tapi tetep dingin.

 

BASILICA CISTERN

Pas kita akhirnya nemuin juga Basilica Cistern, langsung saja menutuskan untuk mampir. Hadeuuuh… Padahal dicari-cari susah banget. Karena kurang nyimak info pas browsing, kita fokusnya ke nama “Basilica Cistern” ternyata namanya yang terpampang disana “Yerebatan Sarayı” Pantesan aja bolak-balik dilewatin juga ga ngeh😦

Basilica1
Pintu masuk dan pintu keluarnya agak jauh. Ini karena kita harus masuk ke bawah tanah. Jadi, tempat ini dulunya adalah penampungan air bawah tanah. Isinya tiang-tiang besar penyangga dengan air yang masih mengalir dibawahnya dan tetesan dari atas juga. Agak spooky sih kalau menurut saya, tempatnya juga lembab gitu, mana gelap. Kalo sendirian disini pasti ga mau deh🙂 Untungnya masih banyak turis, karena tak lama tempat ini juga udah tutup. Jam beroperasi dari jam 9 pagi sampai 18.30.

Basilica3Basilica2
Yang paling dicari disini adalah Patung Medusa. Saya mengenalnya sebagai putri berambut ular. Setelah baca2, ternyata awalnya dia berambut indah. Namun karena ada yang tidak suka, karena mencintai pria yang sama, Medusa dikutuk oleh rival-nya dimana rambutnya yg indah berubah menjadi ular dan kalau menatap matanya bisa jadi batu. Disini ada dua tiang yang bagian bawahnya terukir Medusa, satu dengan kepala terbalik ke bawah dan satu lagi ke samping.


Capeeek banget ceritanya hari ini. Untungnya sih banyak tempat yang akhirnya bisa kita datengin di hari ke-2 di Istanbul ini. Tinggal istirahaaaaat…. buat charge energy dipake jalan-jalan lagi besoknya. Alhamdulillaah….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s