Tebing Keraton Bandung : Sebuah Kemewahan Alam

Posted: July 25, 2015 in Travel

Tebing Keraton (1)

Berdasarkan pengamatan saya, hal yang lagi nge-trend belakangan ini yang dilakukan oleh para pejalan adalah mencari tempat-tempat tinggi untuk kemudian di-foto dan di-upload ke medsos. Semakin tinggi tempat yang mereka daki, semakin indah tempat yang bisa dilihat, semakin tinggi pula nyali yang harus dipersiapkan untuk mencari hotspot menarik untuk difoto. Meski itu sangat berbahaya.

Dan terus terang, saya adalah satu dari beberapa orang yang penasaran mengunjungi tempat-tempat indah di ketinggian itu, ngiler akibat liat hasil foto-foto yang banyak di-upload ke medsos (terutama Instagram). Sekali search nama tempat,langsung bermunculan foto yang kita cari. Namanya juga tempat kekinian..

Namun karena saya punya phobia ketinggian, saya tidak lantas bela-belain melakukan photo session seperti mereka. Dengan hanya  melihat tempat itu seperti apa, sudah cukup. Da aku mah apa atuh… :) 

***

Track Menuju TebinG Keraton

Berawal dari sebuah kekangenan sama Bandung, sudah lama ga main kesini. Biasanya,kalau ke Bandung yang dituju adalah kulinernya. Namun sekarang tak sekedar itu, saya ngomporin si adek buat ke Tebing Keraton! Kalau diliat-liat, tempatnya juga gak gitu jauh dari tengah kota. Jadi ga sampe harus nginep di Bandung. Riweuh.. Harus nyari-nyari hotel.

Sebelum kesana, blogwalking di travel blog plus anya temen yang pernah kesana. “Pokoknya, cari aja angkutan ke terminal dago, lanjut naik ojek.” Gitu katanya. Nah.. Yg belum pasti itu harga ojeknya berapa, soalnya kita juga ga tau jaraknya seberapa jauh. Singkat cerita, sampai lah kita di terminal dago. Begitu turun, sudah banyak ojek yang menyambut, apalagi pas dibilang Tebing Keraton. Ada yang nawarin sekitar 80-100rb gitu deh 1 motor!  Waduh…kok mahal amat yak. Tawar-tawaran, sampailah di angka 50rb, entah kemahalan apa nggak. Itu tarif untuk PP. Katanya kalau ngeteng jatuhnya lebih mahal, mending sekalian aja PP. Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin si tukang ojeknya juga ga mau rugi cuma sejalan doang.  Soalnya pas kita sampai Tebing Keraton, banyak banget itu tukang ojek mangkal.

Kalo menurut saya sih, harga segitu sudah pantes banget. Secara jalannya jauh banget kedalam, horror banget pula turunan sama tanjakannya. Namanya juga kita mau ke puncak ya.. Pasti nanjak. Awalnya sih enak jalannya bagus, lewat perumahan gitu (tapi pas waktu saya kesana, jalannya lagi dibenerin, cuma bisa dipakai satu arah) tapi makin naik jalannya batu-batu sama tanah. Kebayang kalo ujan kayak gimana.

Singkat cerita, sampailah kita di venue. Jadi, secara geografis lokasi wisata ini berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Bersyukur dapetnya abang ojek yang lihai. Dia nungguin kita, ya paling juga ga lama sih… Cuma liat, foto-foto. Apalagi itu kalo ga salah pas Jumat. Jadi harusnya sih agak sepi, soalnya cowok pada mau Jumatan. Ga usah khawatir, di tempat ini ada warung juga. Kalau mau ngemil atau haus sih ga masalah.

Untuk masuk ke lokasi wisata-nya, HTM lokal Rp 11.000 sementara untuk turis asing sebesar Rp 76.000 itu sudah termasuk asuransi. Bener aja, di dalam tidak begitu ramai. Untuk menuju spot keren yang kayak di foto-foto itu, kita harus jalan kaki dulu sebentar. Dari sebuah papan yang ada disitu, kita bisa tahu asal mula kenapa dinamai Tebing Keraton. Tebing dalam bahasa sunda itu Gawir. Keraton (dalam bahasa Sunda Karaton) adalah sebuah kemewahan alam. Dulu, tempat ini bernama “Cadas Jontor”.

Asal Muasal Nama Tebing Keraton

Dari puncak Tebing Keraton ini, kita bisa liat pemandangan keren kota Bandung. Kalau terlihat banyak pohon, itu karena lokasi ini terletak di Taman Nasional Hutan Raya Juanda. Dan benar saja, spot batu yang suka dipakai berfoto ria emang yang paling favorit. Meskipun untuk berfoto disitu kita harus melewati pagar pembatas. Sedangkan saya? baru liat aja sudah ngilu ini lutut..🙂 Jadi, saya sama si adik CUKUP puas dengan menikmati pemandangan dari pagar pembatas.

Memotret dari puncak Tebing Keraton

Dan beginilah pemandangan-pemandangan cantik yang berhasil saya rekam selama diatas :

Tebing Keraton (2)

Tidak terasa, mungkin, kita sudah terlalu lama foto-foto dan menikmati indahnya pemandangan kota Bandung di atas ketinggian ini. Sampai-sampai si Abang Ojek-nya nyusul ke atas! Hahaa… Secara kita memang belum ada pembayaran sama sekali, mungkin saja si abang-nya agak takut juga kali kita ngilang ya.. Hihiii🙂

Dan akhirnya,kita harus mengakhiri foto-foto narsis disini untuk melanjutkan sisa perjalanan dengan kulineran! Yeeeaaaay… Ini yang ditunggu-tunggu. Tidak jauh dari situ, sekitar Dago sudah banyak tempat makan dan Factory Outlet buat cuci mata *clink😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s