Korea Day-3 : Mission Failed

Posted: December 21, 2014 in Travel

Busan Day -3

Minggu, 11 Mei 2014

Jeju Air

Dan….ini adalah hari terburuk sepanjang perjalanan traveling kita di Korea😦 Sudah jauh-jauh hari merencanakan dan memimpikan pergi ke pulau yang (katanya) romantis dan banyak dijadikan lokasi shooting film dan Drama Korea. Hiks…

Rencanany, dari Busan menuju Jeju kita menggunakan penerbangan Jeju Air No.Flight 509 jam 12.10 AM. Itupun tiket-nya kita dapatkan sewaktu mereka lagi promo. Awalnya sih baik-baik saja, pergi ke bandara, check ini, naik pesawat dari take off sampai landing.

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……

Pas kita mau naik taksi ke penginapan di Jeju dari bandara, disinilah terasa ada yang aneh. Kok brosur pariwisatanya di bandara banyak mempromosikan Pusan. Perasaan di Jeju tidak ada subway, kok ada jalur subway-nya. Daaaaan….pas kita tanya alamat hotel yang dituju lebih kaget lagi dong saat sopir taksi-nya yang bisa berbahasa Inggris bilang “Kamu tidak berada di Jeju, tapi di Pusan”.

Duaaaaaaaaaaaaaaaaar……..

Dan setelah kita teliti, baru sadar kalau ini memang bandara Busan. Pantesan saja, kok tadi ada nenek-nenek menangis di pesawat, dan pas pesawat sudah landing kok orang-orang tidak segera pada turun. Melihat orang yang naik juga wajahnya biasa saja, tidak menampakkan ekspressi aneh. Padahal saya sama si adik sebaris sama rombongan anak-anak kecil dan orang tuanya. Setelah di pikir-pikir, pantesan rasanya pesawat tidak enak terbangnya. Saat mata melek (kebetulan saya tertidur selama di pesawat dan memakai earphone, jadi benar-benar terlewatkan apa yang diomongkan oleh pramugari pesawat) saya sudah melihat daratan, tapi kok naik lagi. Dan seharusnya penerbangan Busan Jeju tidak lama, tapi kita hampir 2 jam di udara.

Kita pun memutuskan segera balik ke terminal keberangkatan! Dan ternyata…disitu memang crowded banget. Jadi ada penerbangan yang dibatalkan juga karena cuaca buruk, dan disitu terlihat wajah-wajah orang yang satu penerbangan dengan kita sedang mengantri di loket. Akhirnya kita bergabung di antrian tersebut masih sambil menebak-nebak apa yang terjadi. Sampai akhirnya kita mengerti, bahwa tadi pesawat kembali ke Busan karena cuaca buruk , mereka bisa re-schedule keberangkatan sesuai seat yang tersedia ke jam atau hari berikutnya atau bisa refund.

Sempat juga ada yang adu mulut di loket dengan petugas, dan kita berasa roaming karena tidak tahu apa yang mereka perdebatkan. Untungnya ada ibu-ibu muda baik hati yang bisa berbahasa Inggris membantu kita. Intinya seperti ini, buat citizens mungkin tidak apa-apa re-schedule ke hari berikutnya. Tapi untuk kami tourist yang tinggal sebentar di Korea tidak mungkin menjadwal perjalanan kembali, apalagi kita yang d Jeju pun hanya sehari. Sebenarnya kita bisa terbang di jadwal sore, tapi karena sudah parno takut kenapa-napa cuaca buruk, akhirnya saya dan si adik memutuskan untuk refund dan cancel perjalanan kita ke Jeju. Prosesnya pun dimudahkan, uang akan dikembalikan ke rekening Kartu Kredit yang kita gunakan sewaktu booking kira-kira sebulan setelah pembatalan ini.

Hiks…keputusan yang berat memang. Kita pergi sampai ke ke Korea untuk yang kedua kalinya ini karena niatnya memang ingin ke Jeju. Tapi Tuhan menentukan lain, belum saatnya kita ke Jeju. Mungkin Tuhan ingin memberikan kesempatan untuk yang ketiga kalinya dapet rejeki lagi ke Korea biar bisa ke Jeju? Aamiin🙂

Karena hotel juga sudah di pesan, akhirnya kita cancel (untung belum di bayar). Uangnya masih bisa kita pergunakan untuk menginap satu hari lagi di Busan. Tadinya mau langsung ke Korea dengan menggunakan KTX, tapi kita akan tiba di Seoul malam hari. Sudah begitu, kita belum tahu juga akan menginap dimana. Hostel yang kita booking di Seoul belum tentu ada kamar kosong,karena kita baru booking untuk 2 hari lagi.

Akhirnya kita memutuskan menginap semalam lagi di Busan dan pergi pagi harinya ke Seoul. Biar gak susah cari angkutan, kita cari penginapan di sekitar Busan Statio, tinggal jalan kaki dari hotel. Tapi ternyata susah juga nyarinya😦 Dari lokasi-nya sih banyak makanan halal, tapi sepertinya daerah kurang bagus (tempat wisata malam). Sempat kita bertemu dengan beberapa traveler dari Malaysia berjilbab juga, dan menanyakan dimana mereka menginap, tapi sepertinya lokasinya agak jauh. Kita sempat menanyakan juga ke tourist information, tapi hostel yang kita tuju juga penuh. Akhirnya ada satu hotel (bukan hostel) yang agak “lumayan” bagus, luas banget kamarnya. Kamarnya lengkap peralatannya, kamar mandi ada bath tub-nya pula dan masih terjangkau harganya. Meski bau rokok dan tersedianya “kondom” di perlengkapan mandi yang disediakan. Hihiii….

Setelah kita masuk hostel, sudah gak berani keluar-luar lagi deh. Kunci kamar. Untung masih punya persediaan makanan buat malam, sempat belanja di bandara pas dikira kita sudah di Jeju, dan tersedia juga teko listrik buat memasak air. Dalam semalam, dengan Wifi gratisan yang tersedia, kita cukup waktu untuk mempersiapkan booking kereta (KTX) ke Seoul dan sewa hostel di Seoul. Untungnya masih dapat penginapan di tempat yang sama.

Menjadi seorang traveler, memang diharuskan menjadi orang yang bisa mengambil keputusan cepat dan tepat di saat yang dibutuhkan. Meskipun kita tidak berharap ada kejadian atau hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya selalu banyak-banyak berdo’a ya🙂

Btw,sekedar intermezzo. Waktu di bandara Busan saya terkagum-kagum loh dengan toilet-nya. Bersih jelas, yang bikin melongo adalah ada kursi buat merias diri! Maklum aja kali ya…wanita Korea itu memang selalu terlihat cantik dan modis🙂

Ruang Rias Busan

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s