Travelling Ke Karimun Jawa (Day-2)

Posted: August 18, 2014 in Travel

Karimun Jaya Day-2

Sekitar jam 8 kita sudah di kapal siap untuk keliling pulau. Kalau yang lain bisa seharian keliling pulau, kita memutuskan untuk sampai jam 3 saja. Karena akan melihat-lihat bandara Karimun, dipinjami mobil bapaknya teman saya. Alhamdulillah rejeki lagi…

Tadinya satu perahu hanya kita berempat saja,tapi ternyata ada pengunjung yang tidak kebagian sewa kapal saking  membludaknya pengunjung Karimun Jawa saat itu. Sewa alat snorkling aja ga kebagian sepatunya, cuma ada snorkels sama google-nya.  Sama rombongan anak kuliahan dari Jogja, akhirnya kita mau berbagi dengan mereka, sharing cost untuk sewa kapal dan biaya tambat kapal. Karena, di tiap pulau yang kita singgahin ternyata ada “biaya parkir”nya😦 ada ga enaknya juga sih..karena guide-nya cuma satu, jadi ga enak juga ga ada yang jagain dan mandu kita saat snorkeling. Tapi kalau lihat perahu yang lain malah lebih ngeri, bisa isi 20-30an orang! Harap maklum, yang jago berenang cuma Poppa aja. Saya kalo di laut masih agak parno, meski sudah pakai pelampung. Intinya katanya sih jangan panik, tapi namanya juga laut lepas ya.. Siapa yang enggak takut😦

Snorkeling

Entah berapa pulau yang kita sambangin. Di dua tempat kita turun buat snorkeling, dan di satu tempat kita singgah untuk istirahat dan makan. Karena kita ga pakai EO, jadi sudah prepare bawa makanan kecil dan minum dari darat. Karena cuma sampai jam 3, kita rasa perutnya masih toleran menahan lapar. Toh kita juga bawa roti buat ganjel perut.

Seperti “kata orang”, dari cerita teman, dan review dari internet yang pernah kita baca, karimun jawa memang indah! Meski tidak snorkeling sampai kedalaman tinggi, dari atas perahu aja kita masih bisa menyaksikan pemandangan bawah laut yang sangat keren! Ikan berseliweran, terumbu karang, bahkan kalau beruntung juga bisa melihat kura-kura lewat berenang. Subhanalaah…

Karimun Jawa (1)

Karimun Jawa (2)

Karimun Jawa (3)

Karimun Jawa (4)

Spot terakhir yang kita kunjungi adalah tempat penangkaran Hiu. Tidak begitu jauh beda dengan Penangkaran Hiu yang ada di Pulau Seribu yang pernah saya kunjungi. Disini kita dikasih kesempatan untuk yang mau, berenang bareng Hiu. Kalo gak punya nyali (seperti saya, hehee…) dan pas kebetulan masih dateng bulan, yang katanya ga boleh berenang sama Hiu. Tapi kata si bapak yang jaga malah bilang gapapa🙂 Akhirnya kita cuma liatin orang yang bernyali berenang sama Hiu, dan jepret sana-sini. Udah capek dan laper juga, padahal disitu ada yang jualan Mie sama Kopi. Tapi males juga makan Mie.

Berenang Bersama Hiu

Puas keliling pulau, dan bikin kulit item karena matahari terik banget! Hehee..Tapi kita ga mau nyebut item, “eksotik”. Sunblock juga ga ngaruh deh kayaknya…Jam 3-an kita sudah sampai darat. Dikasih waktu sebentar untuk mandi dan shalat, kita udah dijemput lagi untuk melihat bandara Karimun. Katanya nanti ke Karimun bisa pakai pesawat, masih dalam proses pembangunan, dan letaknya jauuuuh sekali dari kota-nya. Dekat ke perkampungan Bugis, yang ternyata ada juga disana. Pas ke Bandara itu juga udah kemaleman, jadi kita gak begitu jelas liatnya. Gelap. Karena sarana dan prasarana-nya juga belum lengkap ya, semoga nanti kalau sudah jadi jalanan menuju kesananya juga sudah bagus. Bayanginnya sih, kalau dari kota mau ke bandara harus jauh beberapa jam sebelum waktu keberangkatan pesawat🙂

Sunset di  Karimun Jawa
Sunset di  Karimun Jawa (2)

Sebelum ke Bandara,kita sempatkan mampir melihat sunset di Pantai… Disitu ada tempat yang terkenal yaitu “Kelapa Miring”. Kirain apa, ternyata disitu ada pohon kelapa yang tumbuh miring menjorok ke arah laut🙂 Tempat itu menjadi spot yang menarik untuk wisatawan berfoto. Ternyata, mereka-mereka yang tadi pernah bareng keliling pulau ketemu juga disini. Sementara kita sudah rapi mandi, mereka masih dengan pakaian basah-nya. Ada ga enaknya juga sih.. Karena kita gak bisa main air lagi. Hiks…

Sampai penginapan sudah malam, perut laper, dan ternyata alun-alun juga rame banget! Ada yang jualan makanan tapi ternyata nunggu antriannya lama banget, kita pesan makanan laut yang dibakar. Kalau saya sih cukup makan nasi goreng udah kenyang, dari kemarin emang sudah kepingi banget makan Nasgor. Nemu juga.

Sampai penginapan, perut kenyang, tinggal istirahat karena besoknya kebagian jadwal kapal pagi jam 8. Naik kapal cepat lagi, kita singgah dulu ke Semarang. Rencananya sih kita pengen wisata kuliner dulu, syukur-syukur bisa mengunjungi tempat wisata juga. Tapi karena kaki saya cidera gara-gara keseleo kehebohan waktu mencoba foto loncat di laut dangkal berpasir, akhirnya saya memutuskan untuk booking hotel untuk beristirahat, karena sampai Semarang masih siang. Jadwal kereta dari Semarang ke Jakarta masih jam 10-an. Di Semarang kita pilih Hotel Pandanaran yang dekat dengan lokasi kuliner, biar tidak susah cari makan sekalian oleh-oleh untuk dibawa pulang. Saking kalapnya, makan siang kita waktu itu cukup banyak yang dipesan. Sampai Ibu yang antar makanan ke meja kita bilang gini : “habisin ya!” . Dan ternyata habis! Parah. Hahaa…

Satu disini yang saya tekankan dari perjalanan ini adalah, Karimun Jawa mempunyai potensi yang sangat besar untuk pariwisata Indonesia. Namun aksesnya masih kurang dan sarana prasarananya belum begitu bagus. Angkutan dari Jepara ke pulau Karimun Jawa-nya masih sulit, kalau tidak dibantu bapaknya teman atau EO rasanya sulit ya mendapatkan tiket kesana. Untuk fasilitas selama disana juga masih kurang lengkap, mungkin tidak begitu bermasalah ketika kita menginap di guesthouse/Hotel. Tapi kalau pengen jalan ala backpacker semua harus ngurus sendiri, di saat libur panjang dan penuh orang akan kesulitan juga mencari penginapan on the spot dan makanan yang terbatas. Belum lagi keterbatasan listrik yang masuk ke sini.

Namun yang perlu disadari adalah, Pulau Karimun ini bukan sekedar Pulau untuk berwisata namun ada juga penduduknya. Ketika nanti investor masuk, menurut saya harus juga mempertimbangkan penduduk lokal. Seperti misalnya ketika saya mengajukan untuk menginap di rumah terapung di tengah laut, Bapaknya teman saya bahkan tidak menyetujui-nya. Lebih baik di perumahan saja, karena penginapan terapung itu kurang baik untuk lingkungan. Dan meski ingin sekali merasakan gimana rasanya bermalam di tengah laut, kita setuju saja jika emang alasannya seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s