Backpacker ke Penang (Day-1) : Kek Lok Iie Temple – Penang Hill – Gurney Drive

Posted: May 30, 2014 in Travel

Perjalanan saya kali ini ke Penang adalah perjalanan yang sudah lama sekali saya impikan. Melihat Malaysia dari sisi lain, kalau di Indonesia mungkin bisa dipersamakan dengan Kota Tua yang ada di Jakarta. Tadinya saya merencanakan perjalanan ini solo traveling, tapi kemudia ada salah satu sahabat saya yang ingin ikut, Poppa. Tiket promo Air Asia JKT – KL saya dapet cuma Rp 126.000, belum termasuk airport Tax.

Pesawat Air Asia yang harusnya dijadwalkan berangkat jam 14.50, baru berangkat sekitar jam setengah 4-an sore. Saya dan Poppa tidak berangkat sama-sama, selisih satu pesawat, dia berangkat dengan jadwal yang lebih awal.

Sampai LCCT sudah terlalu sore, yang pada awalnya mau mampir ke mesjid Putrajaya juga akhirnya ga’ jadi, takut kemalaman.  Akhirnya kita nongkrong makan dulu di sebuah restaurant ayam cepat saji di bandara. Kurang nendang isinya, kalau di Jakarta untuk menu resto tersebut bisa ditambah  dengan nasi atau kentang,  Disini isinya ternyata cuma ayam + bubur kentang + salad cup. Itupun bubur kentangnya cuma porsi cup keciiiiiiil sekali🙂 Untung saja sebelum berangkat tadi masih menyempatkan makan Nasi Padang di bandara, meski itu nasi padang termahal yang saya makan. Nasi + Ayam bakar + Air Mineral botol kecil seharga 50rb rupiah! *Glekkk…..

Dari LCCT kita lanjut ke KL Sentral, rencananya mau melanjutkan perjalanan ke Penang dengan naik kereta. Tapi gak dapet😦 entah karena akhir pekan, atau karena datangnya udah mepet juga. Naik kereta ke Penang ini awalnya memang tidak direncanakan, saya malah sudah mengantongi tiket promo pesawat KL-Penang untuk keesokan harinya. Tapi daripada bengong sendiri di bandara luntang-lantung ga karuan, akhirnya kita memutuskan sama-sama ke Penang dengan mengendarai kereta malam/Bus.

Dari KL Sentral, kita naik MRT ke Pudu Sentral, salah turun di Pudu. Nyari terminalnya kok ga ketemu! Padahal dulu perasaan cuma tinggal jalan kaki. Akhirnya kita naik bus lagi dari MRT Pudu ke terminal Pudu Sentral. Untungnya dapet Bus yang baik mau mengantarkan kita, meski awalnya sempet serem karena penumpangnya cuma kita aja dan sudah malam. Bus yang ke Penang dapetnya jam 10.30 dan baru jalan jam 11an. Jadi, saya awalnya sudah browsing terlebih dahulu nama armada bus yang katanya lumayan bagus untuk melakukan perjalanan dari KL ke Penang. Karena ini perjalanan malam, dan cukup lama, yaitu sekitar 6-7 jam. Sistem penjualan tiket di terminal pudu Sentral itu sudah lumayan rapi. Ada satu lantai tempat penjualan tiket, dan setelah itu kita menunggu bus di lantai yang berbeda sesuai yang tertera di tiket. Maka dari itu, kita sebelumnya browsing dulu mana bus yang lumayan. Karena kita tidak tahu wujud bus yang akan kita naikin. Pengennya sih yang ada AC dan Toilet-nya. Tapi bus yang kita pengen sudah ga ada keberangkatan lagi ke Penang. Kita akhirnya dipilihkan bus alternatif kedua (ada di list hasil browsing juga) yang lumayan, ada AC, tapi ga ada toilet-nya. Dengan waktu keberangkatan yang tidak begitu lama harus menunggu. Agak lumayan tenang, penumpang di bus yang kita naikin cukup banyak. Sepertinya mereka asal Penang yang  bekerja di KL.

Image

Ini penampakan dari Terminal Pudu tempat Bus-nya nongkrong

Selama perjalanan, bus itu muterin radio dengan (kebanyakan) lagu Indonesia. Feels like home deh… Pas saya terbangun tengah malam, sempat bingung juga. Ini ada dimana ya? Indonesia atau Malaysia?🙂 Sampai Penang sekitar jam 6 pagi. Seharusnya, Bus itu cuma sampai ke Georgetown. Tapi tune hotels dimana kita nginap adanya dekat KOMTAR (Singkatan dari: Kompleks Tun Abdul Razak). Daripada naik taksi, kita ditawari nambah berapa ringgit gitu (gak seberapa mahal dibanding naik taksi), dan diantar sampai Komtar. KOMTAR itu luas,dan kita entah diturunkan di sisi yg mana. Setelah tanya sana-sini dengan orang lewat. Akhirnya kita memutuskan untu sholat dulu di sebuah mesjid. Tadinya mau numpang disitu dulu sambil beres-beres bawaan dan ganti pakaian, tapi ga bisa, katanya Mushola-nya mau dikunci. Akhirnya kita lanjut ke Tune Hotels, dan memutuskan untuk early check in. Dikira bisa langsung masuk, ternyata baru bisa masuk jam 11, nambah 15RM. Menunggu jam 11, kita jalan-jalan dulu di sekitar hotel. Daripada bawa-bawa ransel, kita menitipkan tas kena charge 2RM. Padahal, kalau nginep di hostel, gratis tuh titip menitip barang itu. Itung-itung sekalian olahraga pagi. Kita Jalan kaki di  sekitar hotel. Dari Jl.Transfer, Chowrasta Market dan berakhir di Komtar.

Image

Beli makanan sambosa (samosa), semacam Pastri gitu isinya kentang rebus dicampur-campur bisa sama daging/ikan,telor, bumbunya Kari. Meski ga begitu suka kari, tapi pas dicoba ternyata enak juga. Ini foto Bapak-nya yang jualan, yang minta di upload ke Facebook. Hihi… Tapi saya upload di Blog aja ya Pak🙂

Image

Mau lanjut ke “Times Square”-nya Penang, dikirain monumen jam gitu…taunya Mall🙂

Jam 11 balik ke hotel, istirahat. Karena tidurnya semalem gak bener, jam 2-an baru kebangun. Mandi, langsung jalan ke Kek Lok Sie dari Komtar naik Bus 203.  Karena temple, dan kita muslim,  agak sungkan juga masuk-masuk ke dalem. Akhirnya cuma liat pemandangan dr atas aja. Sebetulnya pengen foto patung dewi Kwan Im yg sangat besar. Tapi untuk menuju ke sana harus melewati tempat ibadah mereka, akhirnya ga jadi. Dibawah temple banyak yg jualan, tapi karena sudah sore banyak yang tutup. Most wanted item buat oleh-oleh. Nyari gantungan kulkas, plus dapet hiasan dinding.

Image

Dari situ lanjut ke Penang Hill. Naik Bus No.204. Tidak jauh dr Kek Lok Sie Temple. Ada perbedaan HTM untuk warga Malaysia dan turis, bedanya jauh. Kalau buat Warga Negara Malaysia-nya, HTM untuk Dewasa 8RM, sedangkan untuk WNA tiket masuknya 30RM! Naik trem ke atas, mirip waku di Hongkong. Pemandangan menjelang sunset bagus, tapi agak berkabut. Kalau di Indonesia, lokasi ini mirip di Puncak(Bogor) atau Dago (Bandung). Diatas ada cafe juga kalau mau nongkrong dan makan.

Image

Pulang sudah menjelang Maghrib, untung ada yang ngasih tau rute pulang naik Bis 204 lagi. Lanjut ke tempat makan Gurney Drive, pesen Pasembur Sama teh tarik. Pasembur itu mirip rujak, tapi isinya bukan buah-buahan. Sayuran sama bakwan seafood.  Bumbu-nya sih mirip bumbu rujak/gado-gado gitu. Pas mau makan tiba-tiba hujan, untung cuma sebentar dan ada payungnya. Habis itu balik ke hotel, itupun rute Bus-nya nanya-nanya lagi. Sampai hotel tinggal capeknya, tinggal Istirahat! Zzzzzzz….

Image

Comments
  1. kangfajar45 says:

    Pasembor Rojak itu paling mantaaaapp.. Paling seneng suasana makan malam di Gurney Drive Hawker.. Over all Penang memang kota kenangan🙂

    Mampir ke blog sederhana saya kak:
    Cara Mendapatkan Air Asia Big Poin Gratis

  2. krishnoy says:

    salam kenal. nice info. sy ad plan mau ke penang juga bbrp bulan ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s