Backpacker ke Hongkong – Day1

Posted: March 4, 2014 in Travel

8 Mei 2013

Seperti biasa, perjalanan ini sudah kami rencanakan jauh-jauh melalui promo tiket Air Asia. Saking kalapnya,dulu setelah booking tiket ke Jepang untuk bulan Januari 2013, pas ada promo lagi kita langsung booking tiket ke Hongkong – Shenzhen – Macau. Fiuuuh….cukup merepotkan sebenarnya ketika kita melakukan perjalanan jauh di waktu yang berdekatan. Kendalanya? Pertama tentu soal budget! Apalagi setelah melakukan perjalanan ke Jepang yg semuanya serba Takai (alias mahal). Jadi dalam waktu 4 bulan jatuh bangun menabung press budget bulanan sana-sini buat traveling lagi.   Kendala kedua, adalah  perencanaan perjalanan selama disana, kemana kita akan jalan, mempelajari sistem traportasinya, dan booking-booking penginapan.

Karena sudah booking lama tiketnya, awalnya flight kita  Jakarta-Kuala Lumpur jam setengah 9. Pas liat tiket lagi,setelah check in via web, ternyata flight pagi!  Untung saja langsung nyadar,kalo nggak? Bisa batal perjalanan dan hangus semua tiket-tiket perjalanan terusan selanjutnya! Mungkin dulu sudah ada pemberitahuan, biasanya kalo ada perubahan suka di SMS atau di-email sama si AA-nya.

Seperti biasa, Jakarta – Hongkong kita transit dulu di Kuala Lumpur. Dan saking lamanya periode booking sampe ke keberangkatan, saya benar-benar lupa kalau ini bukan tiket terusan! Harusnya kita keluar dulu, periksa imigrasi, ambil bagasi, terus masuk lagi. Tapi dengan santainya kita melenggang ke ruang tunggu untuk keberangkatan berikutnya ke HK.

Sampai Hongkong saya baru panik! Bagasi tidak ada. Setelah lapor, kita diminta untuk membuat surat pernyataan kehilangan, ditanya no telf dan dimana kita tinggal selama di HK,nanti akan dihubungi  dan akan ditelusuri lebih lanjut. Untungnya sih pakai asuransi,jadi ga gitu khawatir. Tapi ya sempet bingung juga, sebelum bagasi balik ganti bajunya gimana? Tp masih ada pengharapan terakhir, si adek bawaanya ga dimasukin bagasi. Jadi ada baju cadangan buat ganti, meski ga yakin bisa dipake.. Soalnya ukuran baju kita beda -__-

Oh ya, selama perjalanan KL-HK kita bareng sama TKW. Perempuan itu masih lugu,katanya sih dari Indonesia, ngomongnya pakai bahasa Jawa. Waktu ngisi kartu kedatangan dia bingung cara ngisinya,karena pakai english. Sampai bandara di HK pun dia masih nguntit terus, mau kemana dan naik angkutan apa dia tidak tahu. Bukannya kita gak mau nolong juga, sama-sama ga tau daerah dan ga tau wilayah yang dia tuju. Sudah begitu, kita bingung ngurus kehilangan bagasi dan ga’ tau kemana TKw itu akhirnya pergi. Merasa bersalah juga sih ga bisa nolong.. Tapi sekaligus merasa heran. Kok ada orang senekat itu pergi ke Luar Negeri tanpa bekal pengetahuan sedikitpun.

Image                                    Ini petunjuk yang ada di Bandara Hongkong kalau mau naik Bus

Karena waktu tersita mikirin bagasi, udah ga niat lagi mau jalan-jalan malam. Ketambah hujan pula sampai HK. Akhirnya kita langsung cari penginapan, dan cari makan. – Selama di Hongkong, kita menginap di sebuah hostel yang terletak di Nathan Road, (Yiu Fai Guesthouse) salah satu jalan terpanjang di area Tsim Sha Tsui. Dari bandara menuju kesana, kita menumpang Airbus Station yang terletak dekat Hall B untuk naik bis A21 menuju Kowloon.

Image                                                             Suasana Hongkong (di-foto dari dalam Bus)

Pas turun dari Bus, kita “diserbu” calo-calo hotel yang kebanyakan berkebangsaan India. Tapi karena sudah booking,kita jadi bisa mengelak. Sempet nyasar karena papan nama-nya tidak begitu keliatan, tapi akhirnya ketemu juga! Letaknya hostel itu di atas pertokoan (Gedung Golden Crown Court) dan ternyata banyak sekali orang Indonesia yang menginap disitu. Tidak cuma ada 1 penginapan, disitu banyak sekali hostel. Letaknya strategis banget gedungnya, di seberang juga ada Mesjid. Cuma ya itu…kamarnya sempit banget, apalagi kamar mandi-nya. Berada disini tidak seperti berada di luar negeri, satu lift aja ngobrolnya bahasa Indonesia semua🙂

Untungnya di hostel ada WiFi-nya,jadi kita terus memantau perkembangan bagasi yang hilang via email. Baru nyadar kalau ternyata kita bukan booking tiket terusan JKT-KL-HK. Dan bagasi JKT-KL atas nama adek, bagasi KL-HK atas nama saya. Seharusnya pas di KL kita check in ulang! Hadeuuuh….. Beginilah kalau jadi orang pelupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s