JAPAN Day 2 : SKY TREE – SENSOJI TEMPLE – SHIBUYA – HARAJUKU

Posted: January 8, 2014 in Travel

Kamis, 24 Januari 2013

Pagi sekali (Saya lupa tepatnya jam berapa) kita melanjutkan perjalanan dari Haneda Airport ke penginapan di Khaosan Tokyo Samurai di wilayah Asakusa. Kita memutuskan untuk naik kereta, (Keikyu Airport line) menuju Asakusa. Kalau tidak salah, tiketnya sekitar 600 Yen. Lama perjalanan sekitar 1 Jam. Oh ya, ketika memutuskan untuk pergi ke Jepang. Pertama kali yang kita lihat ketika pergi ke suatu negara adalah sistem transportasinya. Pas pertama googling, whuaaaaa….langsung mau pingsan *sorry,ini emang sangat lebay🙂 untuk mengekspresikan betapa rumitnya melihat peta JR (Japan Railway)-nya. Pas ke Korea aja dulu udah merasa pusing, ini ada yang lebih banyak lagi jalurnya.

JR Tokyo

Mengapa kita memilih menginap di Asakusa? Karena menurut yang kita baca, Asakusa ini wilayahnya turis dan banyak pilihan untuk hostel kelas backpacker. Wilayahnya juga masih tradisional, dan banyak lokasi wisata yang bisa dijangkau dengan jalan kaki. Dan ketika sudah disana kita memang merasakan juga hal yang sama. Tidak begitu crowded, dan masih banyak orang berjalan kaki (bahkan sering juga melihat orang olahraga lari meski itu di siang hari), dan masih banyak sepeda berseliweran di trotoar. Jadi kalau jalan kaki harus hati-hati di pinggir juga.

Sampai Asakusa masih sangat pagi, jalanan juga masih lengang. Dan saat itu masih masuk musim dingin. Keluar stasiun, brrrrrrrrrrrrrr…langsung disambut oleh udara dingin menusuk.  Oh ya, stasiun bawah tanah di Jepang ini masih bangunan lama. Tidak ada lift, jadi pagi-pagi kita udah olahraga gotong koper naik turun tangga🙂

Contekan alamat penginapan  sudah ada ditangan, berikut denah-nya. Tapi tetep aja bingung, seperti biasa. Hehe… Di perempatan, beruntung kita bertemu dengan turis Asia. Saya lupa dari Malaysia atau Singapura. Mereka dengan baik hati menjelaskan dimana Khaosan Tokyo Samurai berada, karena ternyata mereka juga menginap disana. Dari percakapan dengan mereka, ini hari terakhir mereka di Jepang.

Khaosan Tokyo Samurai

Karena masih pagi, sampai di hostel sama sekali belum ada orang. Jadi kita narsis foto-foto aja dulu depan hotel sambil menunggu penjaganya datang🙂 Beruntung tak lama penjaganya datang, niatnya sih kita mau nitip barang bawaan dulu, karena jam check in masih jam 3 PM. Tapi keberuntungan berada di pihak kita, ternyata penjaganya punya pacar asal Indonesia (namun sudah lama tinggal di Australia). Kita diperkenankan masuk kamar langsung tanpa harus menunggu jam 3. Yeaaaaaay…bisa istirahat dulu, mandi, trus cabut lagi jalan-jalan!

Sekeliling Sky Tree

Pemandangan di sekeliling “Sky Tower”

Karena masih lelah baru sampai, kita memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar Asakusa dulu. Asakusa ini daerah turis, banyak lokasi wisatanya. Pertama, lokasi wisata yang kita kunjungi adalah Tokyo Sky Tree. Dari penginapan sih tower-nya sudah kelihatan dengan jelas, dan dari info yang kita dapat katanya tinggal jalan kaki. Tapi setelah dijalani, jangan ditanya gimana capeknya juga kalau jalan kaki! Hehee…

Sky Tree

FYI saja, saya adalah “Pemburu Tower”! Yak…dimanapun negara yang saya kunjungi, harus mengunjungi Tower! Meski tidak naik ke atas, setidaknya saya sudah pernah kesana dan berfoto sebagai barang bukti :)  Kenapa tidak naik ke atas? Karena untuk naik ke atas Tower ini biasanya mahal harganya, antri naiknya makan waktu lama, dan asal tau saja..kalau saya orangnya masih takut ketinggian. Menurut Om Wiki (Wikipedia) : Proyek pembangunan Sky Tree ini selesai pada 29 Februari 2012, dibuka untuk umum 22 Mei 2012.  Terdiri dari menara siaran, observasi, dan restaurant. Menara ini telah menjadi struktur tertinggi di Jepang sejak tahun 2010,dan mencapai ketinggian akhir 634 m pada bulan Maret 2011, sekaligus menjadikannya sebagai menara tertinggi di dunia, melampaui Menara Canton di Guangzhou, dan merupakan struktur tertinggi nomor dua di dunia setelah Burj Khalifa (829,84 m).

Kemiripan Sungai di Korea dan Jepang

Sampai di Tokyo Sky Tree, kita hanya melihat kemegahannya dari bawah. Menyusuri sungai yang ada di samping Tower. Mengingatkan saya dengan sungai Cheonggyecheon di Korea. Waktu kita kesana, petugas kemanan memberitahu (dengan bahasa tarzan-nya) kalau kita tidak boleh mendekati tower. Usut punya usut, ternyata kepingan salju yang sudah mengeras dan menempel di tower sedang berjatuhan disenggol oleh burung-burung. Karena membahayakan keselamatan yang melintas dibawah tower, banyak petugas yang berjaga disitu sambil membawa tulisan yang tentu saja tidak kita mengerti karena berbahasa Jepang🙂

Setelah puas melihat dan berfoto tentu saja, kita melanjutkan perjalanan menuju Sensoji Temple. Karena di peta “kelihatannya” masih dekat dan bisa dijangkau kaki, kita memutuskan jalan sambil melihat Asakusa yang masih sepi di pagi itu. Sekalian bisa hunting foto unik yang ditemui sepanjang perjalanan. Dan ketika menemukan penjual Kebab Turki, kita mampir untu membeli. Padahal di hostel kita sudah sarapan mie instant, tapi kenyangnya tidak bertahan lama.

Kebab Jepang

“Kebab Turkey” yang ditemukan di Asakusa

Jualan di sekitar Sensoji

Jualan di sekitar “Sensoji Temple”

Di Asakusa, kita banyak menemukan kendaraan seperti “becak” gitu kalau di Indonesia. Bukan di kayuh, tapi ditarik gitu sama orang. Yang narik kendaraannya itu masih muda-muda, banyak yang ganteng, dan badannya kekar tentunya… hehee. Mereka berpakaian tradisonal dengan ikat kepala Jepang. Tapi kita ga naik sih, lebih tertarik jalan kaki (padahal sih mau berhemat juga, hehee…) sambil melihat tukang souvenir yang ada di pinggir jalan.

Sensoji Temple

“Sensoji Temple”

Sensoji Temple ini terletak di sekitar Asakusa, dikenal juga dengan nama Asakusa Kannon Temple. Di area Sensoji Temple ini  banyak toko-toko souvenir dan makanan khas Jepang.  Segala macam oleh-oleh Jepang ada disini. Tapi karena ingat ini hari pertama di Jepang, kita tidak langsung belanja. Ingat perjalanan masih panjang, dan dengan budget terbatas yang kita bawa harus pandai-pandai mengatur pengeluaran. Jadi, kita hanya beli street food yang menurut kita unik saja. Disini kita menemukan “Burger Es Krim” untuk dicoba.

Ice Cream1

Ada yang unik dari perjalanan kita disekitar Asakusa. Disitu ada sungai besar yang mengalir, Ada 2 jembatan yang mirip dengan warna yang berbeda. Saya menyebutnya si “Jembatan Merah” dan :Jembatan Biru”. Keren deh… apalagi di sungai itu bisa naik kapal wisata yang sepertinya memang disediakan khusus buat turis.

Bridge Blue and red

Sebenarnya banyak lokasi wisata yang akan kita kunjungi, tapi akibat istirahat kurang ketika di bandara dan perjalanan yang melelahkan dari Indonesia, kita memeutuskan untuk pulang terlebih dulu ke penginapan untuk sholat dan beristirahat. Lumayan buat tidur 1 – 2 jam memulihkan tenaga.

Sorenya, saya berniat menemui teman saya untuk memberikan titipan makanan dari Indonesia. Karena dia tinggal di Yokohama, maka kita sepakat untuk bertemu di meeting point patung Hachiko di wilayah Shibuya yang terkenal itu. Hihi… kayak film-film aja ya! Patung Hachiko ini memang terkenal dengan meeting point. Patung Anjing yang fenomenal di wilayah pertokoan padat di Shibuya ini bukan patung anjing biasa, namun ada sejarahnya. Patung anjing ini dibuat sebagai lembang kesetiaan seekor anjing kepada majikannya. Konon Hachiko ini adalah anjing milik seorang profesor tua Ueno yang tetap setia menunggu kepulangan majikannya, padahal sang majikan telah meninggal seusai mengikuti rapat di kampus.

Patung Hachiko

Tidak sulit menemukan patung ini, dan ketika menunggu teman ini, nongkrong di dekat patung ini membuat saya tahu kalau patung ini memang sering dijadikan meeting point dan tempat nongkrong. Tak lama teman saya datang, kita diajak makan di resto Sushi yang “katanya” paling murah dan enak. Dengan harga sekitar 100 Yen. Dan itu adalah Susi pertama yang saya makan! Akhirnya makan Sushi juga… Karena selama ini, saya menolak makan Sushi karena ketidaktahuan. Dikira Sushi itu toping-nya daging/seafood mentah. Ternyata ada juga yang mateng. Dan ketika dicoba, memang enak! Semenjak itu saya keranjingan makan Sushi, dengan syarat : Toping-nya bukan yang mentah!🙂

Sushi Murah

Kenyang makan berbagai macam sushi dengan toping berbeda, saya dan si adik diajak teman untuk jalan-jalan. Kita minta dianter ke Harajuku, tempat nongkrongnya anak muda dan katanya kalau beruntung bisa menemukan pengunjung yang berdandan Harajuku Style yang unik-unik. Namun karena itu bukan malam minggu, jadinya kita tidak menemukan pengunjung yang dandanannya yang unik. Tapi sedikit terobati ketika menemukan toko-toko di sepanjang Harajuku yang jualannya unik-unik, dan sedikit kalap ketika menemukan Daiso. Seperti kita tahu, di indonesia juga ada Daiso. Tempat jualan kelipatan 100 Yen yang menjual berbagai macam pernak-pernik Jepang dan makanan kecilnya.

Harajuku Station

Ini penampakan “Harajuku Station” itu

Oh ya, dari Shibuya ke Harajuku kita putuskan untuk jalan kaki. Seperti biasa… ternyata jaraknya jauh. Hehee… olahraga lagi deh🙂 tapi kita lebih banyak dapat pengalaman. Dan diperjalanan kita menemukan ini nih… studio musik “Noah” mirip dengan nama band kita di Indonesia, dengan logo yang agak mirip juga dengan band itu. Entah siapa yang duluan pakai🙂

Noah

Saya berpisah dengan teman di Harajuku. Karena takut kemalaman, kita langsung pulang menuju penginapan, dan teman saya melanjutkan mencari barang di Harujuku. Dan seperti biasa, sampai station Harajuku kita bengong. Meski sudah dikasih tahu, turunnya dimana. Karena petunjuk arahnya pakai huruf Jepang semua😦 Sebetulnya kita pegang petunjuk yang dalam bahasa Inggris-nya, tapi masih bingung dengan tarif-nya. Karena kalau di Jepang itu, tarif ditentukan sesuai jarak jauh/dekatnya. Selama di Jepang kita memilih untuk memilih single tiket, bukan berlangganan. Karena kalau dipikir-pikir, masih lebih murah membeli dengan single trip daripada berlangganan. Meskipun tidak praktis jadinya ya…

Tapi Alhamdulillah akhirnya bisa sampai juga ke penginapan dengan selamat meski dengan kaki gempor setelah seharian olahraga jogging keliling Asakusa, Shibuya, Harajuku. Tapi puas dengan pencapaian banyaknya lokasi wisata yang dikunjungi hari ini, meski target tidak tercapai. Maunya sih lebih banyak lagi, tapi daripada tepar di awal. Mending kita simpan tenaga buat jalan-jalan keesokan harinya.

 

Comments
  1. aisya says:

    Wah, seru banget ya bisa jalan2 ke jepang.
    Mba, saya mau tanya. Itu mba kan baru pertama kali ke jepang, nah cara tau arah2 tempat wisatanya hanya googling atau gimana mba ?

  2. rizqaaa11 says:

    Halo mba, salam kenal. Jadi pengen nyobain sushi yang katanya paling enak dan murah itu dimana ya tempatnya? Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s