SELAMAT DATANG DI JEPANG

Posted: January 2, 2014 in Travel

APLY VISA JEPANG

Setelah Jepang dirasa aman buat traveling, akhirnya saya dan si adik mewujudkan mimpi yang tertunda untuk pergi kesana. FYI saja, dulu sebelum pergi ke Korea di 2012, sempat memilih Jepang untuk destinasi wisata kita, namun karena Jepang waktu itu baru dilanda tsunami dengan ancaman rusaknya reaktor nuklir, kita pindah haluan ke Korea dulu. Insya Allah ada rejeki, ke Jepang-nya bisa kapan-kapan.

Dan akhirnya, 23 Januari 2013 adalah hari bersejarah buat saya dan si adik. Karena impian kami akhirnya terwujud! Alhamdulillah…..🙂

Sebelumnya, beberapa persiapan telah kami lakukan. Salah satunya yang terpenting yaitu apply VISA Jepang. Karena dulu kita pernah mengajukan visa ke Korea, jadi untuk yang ke Jepang ini agak (sedikit) lebih nyantai. Pengajuan visa kami lakukan satu bulan sebelum keberangkatan. Persyaratan visa Jepang bermacam-macam, dan bisa dilihat disini : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html Untuk traveler seperti saya bisa mengambil persyaratan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri. Disitu sangat lengkap disebutkan dengan jelas apa saja yang perlu kita lampirkan, jangan khawatir. Selama kita sudah melengkapi sesuai ketentuan, percaya diri aja visa kita akan di-approve.

Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:

Bila pihak Pemohon yang bertanggungjawab atas biaya
* Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Perhatian:

*

Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket.

 

 Oh ya, yang mungkin agak sedikit berbeda dengan apply visa Korea dulu,  kita diharuskan melampirkan itinerary kita selama disana, dengan contoh formulir yang sudah disediakan.  Untuk jumlah rekening yang ada di tabungan? Disitu tidak disebutkan dengan pasti berapa rekening yang harus ada di tabungan (jangan nanya-nanya lagi ya! Hehe..). Namun, kira-kira saja apakah uang itu bisa survive untuk hidup selama tinggal disana. Untuk saya sendiri, tabungan tidak banyak, malah lebih sedikit dari jumlah tabungan waktu apply visa Korea dulu🙂 namun semua booking-an pesawat, hostel, sampai tempat wisata yang akan dikunjungi (yang tiketnya bisa dipesan jauh-jauh hari, seperti Disneyland) sudah ikut saya lampirkan juga. Untuk perkiraan biaya transportasi, kita bisa dengan mudah survey via internet. Seperti misalkan di web ini, kita bisa tahu perincian biaya dari mana mau kemana, lewat stasiun mana :     

Dulu biaya untuk visa kunjungan wisata single entry Rp 325.000, tapi per 1 April 2013 kemarin sudah berubah menjadi Rp 350.000. Pengajuan Permohonan Visa dilakukan pagi – siang hari mulai pukul 08:30 – 12:00. Untuk pengambilan Visa dilakukan siang – sore hari mulai pukul 13.30 – 15.00. Alamat Kedutaan Besar Jepang di Jakarta tempat saya apply visa di Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350. Tidak begitu jauh dari halte busway Bunderan HI, sebelahan dengan eX Mall.

Tidak menunggu lama, sekitar 3 hari visa sudah selesai. Enaknya lagi, pembayaran dilakukan ketika proses visa sudah selesai. Jadi ketika aplikasi kita tidak disetujui, tidak akan rugi, karena uangnya tidak diserahkan di muka.  

* * * * *

Rabu, 23 Januari 2013

Penerbangan kita dari Jakarta ke Kuala Lumpur jam 6.25. Dari pagi buta sudah siap-siap karena takut ketinggalan flight.

Sampai bandara ternyata sudah ramai. Dan sedikit ada kejadian yang menyebalkan, tapi kalau inget kejadian itu malah senyum-senyum sendiri🙂 Jadi begini, teman saya yang sedang kuliah di Jepang kebetulan titip dibawakan sambal terasi siap saji yang sekarang memang sudah banyak tersedia di supermarket dan disajikan dalam botol kemasan kecil. Saya kira kalau sambal itu asik-asik aja bisa dibawa ke kabin, maka dari itu tidak saya masukan ke bagasi. Setelah proses check in selesai, ternyata pas diperiksa masuk ke ruang tunggu, baru ketauan itu sambal instant tidak boleh masuk kabin, karena botolnya-nya isi lebih dari 200ml. Karena itu barang titipan, saya punya tanggungjawab besar untuk tetap berusaha biar bisa kebawa sampai Jepang. Usaha pertama: kembali ke tempat check in untuk menyusulkan barang masuk tas. Tapi ternyata ga bisa😦 yang ada saya malah diomelin sama petugasnya “Katanya tadi sudah tidak ada barang yang mau dimasukan ke bagasi lagi. Sekarang pilih: mau ketinggalan pesawat? ini sebentar lagi pesawat mau berangkat” (Jutek amat sih Mas…ngomong baik-baik masih bisa saya terima kok alasannya, namanya juga lupa). Usaha kedua: Berusaha titip ke penumpang yang lagi check ini, dan akan saya ambil pas sampai di KL. tidak ada yang mau! Huhuu…  Akhirnya saking hopeless-nya, saya masukan itu sambel ke kantong plastik, dan botolnya saya buang. Meski kemasannya sudah tidak berbentuk, yang penting sambalnya tetep kebawa. Dan…berhasil! Saat masuk ke pemeriksaan lagi, LOLOS🙂 Sebetulnya cara ini pernah dipraktekkan waktu saya dan teman pergi ke Bangkok. Teman saya lupa memasukan body lotion yang dia beli dengan harga lumayan mahal ke dalam tas yang masuk bagasi. Setelah putar otak, akhirnya kami sepakat memasukan isinya ke dalam kantong plastik. Fiuuh….     

Jakarta – Kuala Lumpur perjalanan ditempuh sekitar 2 jam penerbangan. Karena kita booking  penerbangan langsung , di KL kita hanya transit. Tanpa harus mengurus bagasi dan lain-lain, kita hanya perlu check in transit tanpa harus keluar melalui pintu imigrasi. Pesawat yang kami tumpangi dari KL ke Haneda jam 14.45 waktu Malaysia. Masih ada waktu lebih dari cukup untuk istirahat meluruskan kaki, makan, sholat. Enaknya, disini ada WiFi gratisan, meski hanya bisa dipakai 2 jam saja. Kamau mau diakalin, sebelum 2 jam Logg off. Hehe…

Singkat cerita, sampailah kami di Haneda Airport, Jepang. Ada rasa gembira, juga masih berasa ini hanya mimpi. Wow…Jepang! akhirnya kita bisa menginjakkan kaki disini. Alhamdulillah.. sampe lebih cepat 1 jam dr perkiraan. Saya dan si adek sempet bercanda “Pilotnya bekas supir Kopaja/Metromini sepertinya. Jadinya ngebut”. Hahaa…

Di Imigrasi, rintangan pertama adalah susah mendeteksi sidik jari. Entah kenapa, sidik jari saya memang agak susah terdeteksi😦 Pengalaman kalau di kantor absen “finger print” memang selalu susah begitu. Rintangan kedua : pemeriksaan tas bawaan. Yang lain lancar-lancar saja keluar, tiba giliran saya kok lama sekali diperiksa dan dipegang-pegang. Akhirnya disuruh dibuka untuk melihat isi tas. Ketika petugasnya melihat banyak sekali Mie Instant yang saya bawa (untuk konsumsi sehari-hari takut susah menemukan makanan halal, juga titipan untuk teman saya) petugas yang sudah bapak-bapak itu tersenyum dan mempersilahkan saya untuk melanjutkan perjalan. Arigato🙂.

 

Karena sudah malam, saya dan si adik menginap di bandara. Bandara di Haneda ini amat sangat nyaman untuk menginap. Ada petugas yang selalu seliweran menjaga. Bukan cuma saya dan si adik, ternyata banyak juga backpacker seperti kami yang memilih tidur di bandara untuk melanjutkan perjalanan esok harinya. Kami takut ketika sudah di tengah perjalanan, kereta di dalam kota sudah tidak ada lagi. Dari bandara ke Tokyo jaraknya menang cukup jauh. Siapkan saja selimut tipis untuk menutupi badan kita, atau kalau tidak mau repot cukup tutup pakai jaket saja. 

Gambar

 Mungkin agak tidak nyamannya nginap di bandara, ketika menjelang dini hari petugas kebersihan bandara sudah seliweran dengan alat kebersihan yang lumayan berisik. Tapi itu bisa menjadi alarm buat kami untuk bangun dan bersih-bersih, siap untuk melanjutkan perjalanan kami.

Oh ya, buat yang pertama kali ke Jepang (seperti saya), menemukan toilet unik di jepang adalah hal yang lucu dan ajang eksperimen untuk mencoba tombolnya yang banyak. Dari info yang saya baca-baca dari internet, memang banyak yang bilang kalau toilet di Jepang itu unik. Malah ada yang bisa berbunyi , seperti bunyi suara air mengalir atau musik. Konon katanya orang Jepang itu orang yang pemalu dan tabu kalau ketika melakukan aktifitas buang air besar/kecil suaranya terdengar keluar. Dan enaknya lagi, toilet disana dudukannya ada penghangatnya. Jadi kalau kita nongkrong lama di toilet betah-betah aja, dudukannya juga anget! Hihi…

Gambar      

 

Comments
  1. ratnade says:

    Perjalanan yg mendebarkan ….penasaran ma kisah sidik jari yg gk ter-deteksi – nya, akhirnya terbaca juga atau gak ya mba??….soalnya saya juga bermasalah dengan sidik jari…pernah nyaris gagal masuk saudi gara2 mesin dteksi sidik jari nggak bisa baca sidik jari saya…:( sampai dari semua rombongan sudah berhasil masuk saya terakhir baru bisa diloloskan stelah petugas adu argumen dgn temannya…:( ..tahun ini berencana mau jalan jalan lg k kamboja…konon pemeriksaan imigrasi disana ketat juga…tmasuk dteksi sidik jari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s