Melancong ke Malaysia : Masjid Putrajaya

Posted: July 22, 2013 in Travel

Putrajaya Collage edit2

Liburan ini hampir setahun lalu, tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri 1433 H.  Nambah beberapa hari cuti setelah lebaran, masih di suasana bulan Syawal, saya dan 2 orang teman pergi ke Kuala Lumpur.

Seperti biasa, liburan saya kali ini adalah liburan terencana. Sangat direncanakan malah! Tiket di-booking saat promo budget airlines Air Asia sekitar awal bulan. Tujuan seharusnya : Jakarta – Kualalumpur- Brunei- Kualalumpur-Jakarta. Namun..Manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan. Dalam traveling, tidak semua yang kita rencanakan akan terwujud. Dan kalo ada yang ngira, traveling itu happy terus? Tidak juga… Meskti tidak melulu, tapi ada suatu saat kita mendapatkan kejadian yang tidak menyenangkan. Seperti kejadian traveling saya beberapa waktu lalu …

Awalnya, saya merencanakan perjalanan ini solo traveling. Tapi kemudian ada teman yang mau ikut. Akhirnya kami bertiga jalan, tapi dengan flight berbeda. Saya duluan, kemudian 2 teman saya menyusul dengan penerbangan berikutnya. Karena 2 teman saya dan saya berbeda itinerary (teman saya stay di KL, sementara saya besoknya berencana melanjutkan perjalanan ke Brunei), saya memilih untuk menginap di Tune hotels bandara. Mengingat penerbangan saya ke Brunei adalah jadwal paling awal. Sambil menunggu teman saya datang, saya check in dulu ke Tune Hotels untuk menyimpan barang, bersih-bersih, sekalian shalat. Dari LCCT ke Tune Hotels bandara ada shuttle bus-nya gitu, bayar cuna 1RM. Tapi kedatangan dan keberangkatannya terjadwal. Sudah nunggu lama-lama, eeeeh…ternyata hotelnya deket banget! Oalaaah… Tau gitu mendingan jalan kaki saja deh..
Setelah dapat kabar kalau teman saya sudah sampai, segera menuju bandara. Kita langsung menuju Foodcourt di luar bandara. Makan siang Nasi Campur 8RM + minuman kotak seharga 1,6RM. Selesai makan, kita langsung menuju tempat berikutnya : Putrajaya. Penasaran banget sama tempat yang menjadi pusat pemerintahannya Malaysia ini. Dari LCCT ke Putrajaya, kita naik bus tiket terusan Bukit Salak – Putrajaya 5,5RM. Bukit Salak itu stasiun pemberhentian kereta cepat KLIA Transit. Karena kita dari LCCT, jadi ga ada kereta yang langsung kesana.
Sampai stasiun Putrajaya sudah sore. Katanya, untuk jalan-jalan ada bus turis. Tapi mungkin karena sudah sore, atau karena waktu itu masih suasana lebaran, tidak terlihat ada bus turis. Setelah nanya sana-sini dan sempat ngobrol juga dengan seorang Ibu yang ternyata dari Indonesia namun sudah puluhan tahun tinggal di Malaysia (logatnya pun sudah melayu sekali) kami diberitahu untuk naik bus Nadi Putra seharga 5 sen dan turun di PJM. Dari PJM kita berjalan kaki menuju Masjid Putra untuk sholat maghrib dan foto-foto menjelang sunset yang ternyata sangat indah sekali pemandangannya dari pelataran masjid. Oh ya, bagi perempuan yang mengenakan celana jeans (bukan baju kurung atau rok), diberi pinjam baju gamis🙂

10a

Setelah shalat, takut kemalaman, kita langsung pulang. Menuju halte bus, kita menemukan tempat makan lumayan ramai. Akhirnya kita singgah dulu untuk isi perut. Nyari menu yang ga’ biasa, akhirnya saya memutuskan untuk makan Makan “Mie Tsunami” seharga 4RM + teh Tarik with Iced 1,3RM. Kenyaaaaaaaang!!!!
Dan karena Putrajaya itu pusat pemerintahan, disaat libur lebaran gini suasananya sepiiii banget! Hasil dari ngobrol-ngobrol sama si Ibu yang asal Indonesia itu, katanya Putrajaya sama dengan Jakarta. Kalau libur, suasananya sepi ditinggal mudik penghuninya🙂 nunggu bus menuju ke station Putrajaya pun lama.

Dari stasiun Putrajaya, Saya dan teman berbeda arah balik. Saya kembali menuju LCCT, sedangkan teman saya menuju Kuala Lumpur. Dari station Putrajaya harusnya naik KLIA Transit sampai Bukit Salak trus lanjut bus transfer ke LCCT. Tapi dasar pengen tau dan mau nyoba rute baru, saya memilih naik KLIA transfer sampai ujung seharga 6RM. Dari KLIA lanjut ke LCCT naik bus 2,5RM. Udah jaraknya lebih jauh, harganya pun lebih mahal! Whuaaa…. Nyesel deh😦 mana sudah malam. Agak dag dig dug juga jalan sendirian. Disangka TKW nyasar trus ditangkep Polisi diraja Malaysia berabe…

Sampai Tune Hotel LCCT pun ga langsung tidur, karena takut besoknya kesiangan, langsung packing ulang untuk berangkat besok paginya ke Brunei

*****

Harusnya selama 1 hari 2 malam saya berada di Brunei. Tapiiii… Satu hal yang bikin Beteeeeeeee pun terjadi! Ketinggalan pesawat😥 pasti pada nanya:  KOK BISA?!!!!!!
Jadi, sebetulnya waktu itu jadwal bangun dan pergi ke bandara saya on schedule. Tapi karena bandara-nya deket, jadi nyantai banget. Ga gitu merhatiin kapan gate di tutup. Toh pesawat jam 6.45 ini..Jam 6 saya masih menyempatkan diri Shubuh di bandara ( FYI, Jakarta sama KL beda waktu 1 jam). Menuju counter check in, saya liat papan boarding sudah closed. Tapi saya mencoba untuk tetep check in. Masih bisa lah ngejar waktu..toh pesawat masih 6.45! Check in masih diterima sama petugas counter, Pede abis dong! Saya pun setengah berlari menuju tempat pemeriksaan Imigrasi. Dan disinilah insiden itu terjadi :((((((
Pas di-cek Paspor, kok lamaaaaaaaaaa sekali! Haduuuuh…tambah ketar-ketir deh. Terus ditanya ini-itu, kapan datang ke Malaysia. Saya bilang kemarin. Tapi mereka seperti tidak percaya. Dari omongan mereka sih kedatangan saya sepertinya tidak tercatat di database mereka! KOK BISA?! Padahal, saya masuk resmi. Masuk lewat pintu imigrasi, paspor saya diperiksa. Tapi waktu itu saya memang lalai, tidak memeriksa cap yang ada di paspor. Heran juga sih.. Waktu itu penjaganya ( yang saya liat sambil asyik ngobrol sama temannya) cuma buka-buka paspor. Ga tau di cap, di record, atau tidak. Habis itu dia langsung kasih paspor-nya, dan TIDAK SAYA PERIKSA KEMBALI.
Karena kelamaan diinterogasi, saya langsung ingat masih menyimpan tiket kedatangan, langsung saja dikasih sama 2 petugas imigrasi itu : INI TIKET SAYA!. Mereka baru percaya kalau saya datang secara legal. Sampai tempat tunggu, sudah ada tulisan closed. Saya yg masih linglung, dengan bodohnya “mengira” gate masih belum dibuka😦 Akhirnya nanya sama petugas, dan benar saja…pesawat sudah lalu! Whuaaaa…
Untuk keluar, saya harus melewati bagian Imigrasi lagi! Dan kejadianpun terulang… Saya ditanya-tanya kapan masuk ke Malaysia? (Dia buka komputer,data-nya belum juga tercatat). Hadeuuuh… Disuruh masuk lah ke kantor Imigrasi, ditanya kenapa balik lagi..kapan masuk Malaysia. Sebel banget, tapi ga bisa apa-apa. Hiks… Untung Ibu yang periksa di imigrasi kantor ini baik, di paspor sudah ada Cap-nya (mungkin tadi pas pemeriksaan cuma di cap,tapi ga’ di record di data base). Saya liatin lagi tiket kedatangan ke Malaysia. Akhirnya dia input di data base tanggal masuknya, dan menulis di paspor saya kalau tidak jadi berangkat ke Brunei karena ketinggalan pesawat.
Ini adalah pengalaman berharga yang saya dapat, membuat saya harus lebih berhati-hati ketika melewati pintu Imigrasi. Lihat CAP Paspor!!! Akhirnya…dengan berat hati saya merelakan bahwa saya tidak jadi melancong ke Brunei. Padahal..sudah ada rencana ingin open house ke sultan brunei. Ingin pergi ke mesjidnya yang keren, ingin sholat disitu. Namun Tuhan belum meridhoi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s