BACKPACKER KE KOREA : SEOUL CITY TOUR

Posted: October 11, 2012 in Travel

 Day 4 :  26 Maret 2012

Hari terkahir di Korea Selatan, kita manfaatkan untuk berkeliling di sekitar Seoul. Namun ternyata jadwal kita kurang tepat, karena di hari-hari tertentu, justru ada tempat wisata yang tutup. Dan di hari senin itu, rencana kita ingin mengunjungi Gyeongbokgung Palace dan Deoksugung Palace. Namun karena di hari Senin (belakangan kami baru tahu) Deoksugung Palace tutup, maka kami kesana hanya mendapati gerbang istana yang tertutup rapat. Sedihnya…

Untungnya kita masih bisa berkeliling di Gyeongbokgung Palace. Naik Subway, kita turun di Gyeongbokgung Station. Dari stasiun bawah tanah menuju istana, sudah sangat terasa sekali nuansa kerajaannya. Di sepanjang lorong terdapat relief-relief dan patung. Tidak susah menemukan istana, disampingnya ada National Palace Museum Korea. Dan sayangnya lagi, museum sedang tahap renovasi dan dibuka beberapa bulan lagi.

Akhirnya kita berkeliling di areal Gyeongbokgung Palace yang sangat luas! Beruntung, kita bisa menyaksikan upacara pergantian pengawal (Changing of the royal guard). Selain upacara, ada juga parade-nya dengan diiringi musik tradisional. Sangat unik.

Setelah puas berkeliling di Gyeongbokgung Palace, kita menuju Gwanghamun Plaza yang letaknya tidak jauh dari Gyeongbokgung Palace dan bisa dijangkau dengan jalan kaki. Gwanghamun Plaza merupakan areal sepanjang 557m dan lebar 34m, di areal ini kita bisa menemukan patung raksasa King Sejong (Raja  ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea, terkenal karena jasanya dalam menciptakan abjad Korea Hangeul yang menggantikan penggunaan cara penulisan dengan Hanja) dan patung Admiral Yi Sun Shin (seorang tokoh militer dan pahlawan nasional Korea, tokoh yang berjasa dalam menumpas serbuan pasukan Jepang yang menginvasi dalam Perang Tujuh Tahun pada masa Dinasti Joseon)

Jika kita terus berjalan, akan menemukan sungai kecil sepanjang 5,84m yang membelah pusat kota Seoul, itulah yang dinamakan Cheonggyecheon Stream. Mungkin kalau bisa kita bandingkan dengan Jakarta, seperti halnya bunderan HI dengan air mancurnya di pusat kota Jakarta, membuat pemandangan terasa lebih nyaman dan sejuk. Menurut info, sungai ini dulunya adalah sungai kotor yang kemudian dibersihkan dan akhirnya bisa menjadi tempat yang keren seperti itu! Meski terkadang masih ada tercium (sedikit) bau-bau got gitu deh. Hahaa… Tapi tenang aja, ga sering kecium dan ga’ sebau got yang ada di Jakarta🙂 Kalau malam katanya sih pemandangan disini bisa lebih indah, dengan banyak lampu-lampu berkelap-kelip.

Puas berkeliling, di sisa waktu kita di Seoul dimanfaatkan dengen berbelanja oleh-oleh di Namdaemun Market. Selain baju, sepatu, kosmetik, cindera mata, ada juga makanan kecil yang bisa kita beli. Dengan booming-nya K-Drama dan K-Pop, disini kita juga menemukan ada beberapa toko yang khusus menjual cindera mata bergambar artis-artis Korean Drama & K-Pop. Yang jualnya juga ada yang bisa bahasa Indonesia “murah..murah…”. Hahaha…seperti orang jualan waktu di Arab dulu aja. Dan Kalo beli kosmetik, disana dapet produk gratisan. Jadi kalau beli-beli mendingan jangan sekaligus di satu toko, pindah-pindah. Belinya satu-satu aja, nanti kan dapat gratisan banyak! Hahaha… Ga mau rugi deh!

 

Di Namdaemun Market ini, kita juga menemukan jajanan masa kecil yang mirip-mirip di Indonesia juga. Di Korea ini namanya : kkultarae (dibaca ggool-ta-rae) Bentuknya kayak helaian benang putih gitu. Rasanya maniiiiiiiiiiiiiiiis banget! Didalemnya ada isi kacang. Yang jualannya juga lucu, nyanyi-nyanyi. Dan bisa bahasa Indonesia dikit “aku cinta” Haha…. Penampakan makanan itu kayak gini nih…

Meski pesawat kita dijadwalkan baru tengah malam berangkat dari Incheon Airport, namun selepas Maghrib kita sudah berangkat ke airport. Mengingat luasnya Incheon airport dan jarak bandara yang lumayan jauh dari pusat kota. Dari Seoul Station, kita naik airport railroad menuju Incheon airport. Memang kita jadi agak terlalu lama menunggu di bandara, namun kita bisa cuci mata window shoping ataupun hanya melihat-lihat kemegahan bandara Incheon ini.

Namun jangan kaget jika kemanan di bandara ini lumayan ketat, terutama ketika pemeriksaan bagasi. Jaket dan Sepatu boot kita pun harus dibuka semua.  Merepotkan memang, tapi ini semua demi keamana bersama. Disini saya kena juga, akibat kelebihan bagasi, dan akhirnya ada 1 tas yang tidak jadi dimasukan bagasi, disitu ada oleh-oleh berupa pemantik api (Zippo). Karena termasuk barang yang berbahaya buat masuk kabin, akhirnya mereka ambil tuh Zippo! Hiks..sedih banget. Mungkin petugasnya agak-agak kasian juga kali ya… liat muka melas kita, akhirnya tiap orang boleh bawa satu pemantik. Yah, lumayanlah….

Tempat pemeriksaan bagasi dan keimigrasian juga tempatnya lumayan masih jauh dari tempat tunggu keberangkatan pesawat, tidak kebayang deh kalau kita datang mepet-mepet jadwal keberangkatan! susah ngejarnya…

Begitulah cerita perjalanan backpack saya berdua bersama si Adek, pengalaman yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Penuh kenangan, banyak pengalaman didapat, dan tentunya suatu saat ingin balik kesana lagi, untuk mengunjungi JEJU ISLAND yang konon katanya sangat indah itu (katanya sih pulau honeymoon, oups…). Tapi ntar aja kali ya..kalo sudah punya pasangan *blushing🙂

Tips   Backpacker ke Korea :-            Untuk   perjalanan murah, carilah tiket promo pesawat jauh-jauh hari sebelum tanggal   keberangkatan.-            Pesan   penginapan secara online di internet, yang letaknya strategis dekat dengan   jalur transportasi umum. Selain untuk kemudahan, bukti pemesanan juga bisa   dipakai sebagai tambahan kelengkapan aplikasi Visa Korea.-            Persiapkan   itenerary dengan baik, akan kemana kita selama disana dan berapa perkiraan   budget yang diperlukan. Untuk mempermudah, kita bisa browsing di internet.   Korea mempunyai web khusus yang lengkap memuat segala hal tentang pariwisata   korea di  http://www.visitkorea.or.krdalam berbagai bahasa. Selain   lokasi wisata, ada juga pembahasan mengenai transportasi, makanan, dll.-            Siapkan   contekan dalam bahasa Korea/Hangeul kata-kata darurat dan yang biasa   digunakan sehari-hari, karena susah berkomunikasi dengan mereka menggunakan   bahasa inggris.

–            Jika   naik Subway, perhatikan dengan cermat nomor pintu keluar/masuk statiun   tersebut. Jangan sampai keseringan nyasar, karena masing-masing nomor pintu   akan keluar di jalan berbeda.

–            Mengantisipasi   sulitnya mendapatkan makanan halal (sekaligus berhemat) bawa makanan siap   saji yang bisa tahan beberapa hari (Mie instant, abon, rendang, dll). Jika   dirasa merepotkan membawa dari Indonesia, kita bisa berkunjung ke wilayah Itaewon   dimana banyak restaurant dan mini market yang menjual makanan Halal.

Comments
  1. harencita says:

    admin mau tny, hbs biaya berapa nih keseluruhannya? :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s