BACKPACKER KE KOREA : JAKARTA – KUALA LUMPUR – SEOUL (PART 1)

Posted: October 10, 2012 in Travel

22 Maret 2012 (Day-1)

8.30 – 11.30 Cengkareng – Kuala Lumpur

14.20 – 21.45 Kuala Lumpur – Incheon 

Akhirnya, setelah penantian selama hampir 1 tahun lamanya (ulang ah: Setahun Booooo’!) hari yang dinantikan tiba juga: Anyeong KOREA!  Ga tau gimana rasanya hati waktu itu. Campur aduk antara SENANG dan CEMAS. SENANG, karena KOREA adalah negara yang memang sejak dulu termasuk wishlist negara yang saya impikan untuk dikunjungi,  CEMAS karena katanya nge-Backpack ke Korea agak sulit karena banyak yang ga’ bisa bahasa Korea dan tulisannya juga banyak yang pakai Hanggeul. Tapi Bismillah aja lah..toh kesana saya juga ga’ sendiri, berdua sama si Adik. Ada sodara senasib sepenanggungan🙂

Pesawat Air Asia yang kita tumpangi tidak langsung ke Korea, tapi transit dulu di Kuala Lumpur sekitar 4 jam. Meski perjalanan lebih lama, namun sebenarnya lumayan juga ada sedikit waktu untuk beristirahat ngelurusin kaki, lunch, dan sholat.  Perjalanan Jakarta – Kuala Lumpur makan waktu sekitar 2 jam, dan Kuala Lumpur – Incheon dijalani sekitar 7 jam perjalanan. Lama yaaaa! Ini perjalanan terlama kedua setelah Umroh dulu.

Sampai di Incheon Airport sudah malam. Untungnya proses imigrasi tidak begitu lama, meski awalnya sedikit nervous takut ditanya ini-itu. Alhamdulillah semua dilancarkan. Namun agak sedikit membingungkan dengan kondisi bandara yang sangat besaaaaaaaaaaaar dan megah!  jauh berbeda (amat sangat) dengan bandara internasional Soekarno Hatta. Saking besarnya, cukup memakan waktu pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Namun kita bisa memanfaatkan eskalator dan shuttle train gratis. Bandara internasional Incehon ini katanya sudah 7 kali masuk ke dalam bandara terbaik  versi World of Airports Council International (ACI).

Awalnya kita berencana naik Bus menuju penginapan di Seoul, namun karena sudah terlalu malam sudah tidak ada lagi Bus yang menuju Seoul. Naik taxi bukan pilihan yang tepat, karena biayanya akan sangat mahal, mengingat sangat jauh sekali jarak Incheon Airport dengan Seoul. Namun kalau kita memang ingin pakai Taxi menuju Seoul, tersedia International Taxi. Setelah bertanya ke pusat informasi turis yang bisa berbahasa Inggris, akhirnya kita diberi petunjuk untuk naik kereta (Airport Railroad) menuju Seoul Station, nanti bisa dilanjutkan dengan taxi menuju penginapan. Seoul Station ini, bisa diibaratkan seperti “Tanah Merah”nya Singapura atau KL Sentral-nya Kuala Lumpur. Jadi persinggahan transportasi dari bandara menuju pusat kota. Di tempat persinggahan ini, nanti kita bisa nyambung angkutan ke tempat yang kita tuju.

FYI aja, selain Bus, Taxi, dan Airport railroad, ada lagi transportasi cepat dari Incheon menuju Seoul, yaitu Express Railway (KTX), namun harganya lebih mahal dari Airport railroad.

Sebelum meninggalkan Incheon, kita membeli T-Money Card terlebih dahulu di sebuah mini market. T-Money , kartu isi ulang yang bisa kita manfaatkan untuk naik kendaraan (bus atau subway) selama kita jalan-jalan nanti. Tinggal tempel di alatnya, ntar saldo kita otomatis berkurang. Dari Incheon menuju Seoul station kurang lebih satu jam. Turun di Seoul Station, ternyata sangat luas, kita dibuat kebingungan lagi menemukan pintu keluar menuju tempat taksi. Karena sudah malam, itupun kebanyakan turis yang datang, tidak banyak yang bisa kita tanya karena sama-sama tidak mengerti lokasi. Orang Korea pun ternyata (beneran) banyak yang tidak bisa berbahasa Inggris. Ada teman senasib sepenanggungan waktu itu, sepasang suami-istri dari Filipina. Sama-sama baru datang ke Korea, dan sama-sama masih bingung🙂 tetep aja ga bisa nanya-nanya. Kita sama-sama bawa peta yg di-print out, tapi masih buta arah. Pasangan suami-istri itu juga berbeda arah dengan kita, mereka penginapannya di sekitar N-Seoul Tower, sedangkan kita ke arah Namdaemun Market.

Setelah akhirnya menemukan jalan keluar, antri taksi yang sangat panjang di tengah cuaca dingin Korea yang menembus sekitar 3-5 derajat celcius! akhirnya kita mendapatkan taksi yang membawa ke penginapan di Backapackers Hotel Seoul yang sudah di booking online sebelumnya. Enak juga booking disini, tidak perlu pakai uang muka. Hanya kita diwajibkan membuat email konfirmasi secara berkala menjelang keberangkatan.

Namun, lagi-lagi kita menemukan Supir yang tidak bisa berbahasa Inggris! *tepokjidat.  Padahal sudah ditunjukkan denah dan foto penginapan. Setelah perjuangan keras si sopir untuk mengerti bahasa tarzan kita dan beberapa kali dia turun untuk bertanya, akhirnya kita menemukan penginapan yang dituju. Dan itupun masih ada sedikit “insiden”  si sopir berantem mulut sama orang dijalanan (dan saya tidak mengerti bahasanya apa yang mereka ributkan), mungkin karena si Taksi bolak-balik melulu kesitu muter-muter, dan si Bapak itu marah sambil nunjuk-nunjuk Argo. Kayaknya si Bapak Korea itu “mungkin” menyangka si sopir sengaja muter-muter taksi biar Arga-nya nambah terus. Tapi kalau dilihat dr lokasi hostel-nya yang emang nyempil, ada kemungkinan si sopir memang tidak tahu lokasinya sih….

Ternyata cobaan belum selesai. Hostel yang kita tuju tidak ada penjaganya! Maklum saja, sudah mau jam 1 or 2  malam waktu  itu. Akhirnya kita kelimpungan, sudah tengah malam, tidak tahu mau mencari penginapan dimana lagi sekitar situ. Kalaupun kepepet, ya kita paling numpang tidur di ruang tunggu. Namun masih ada orang baik di penginapan yang masih mau bantu kita waktu itu, salah satu penghuni hostel dari Taiwan yang syukurnya bisa berbahasa Inggris. Dia memandu kami mencari penginapan lain yang ada di sekitar situ, namun ketika kami sedang berjalan, muncullah sang pemilik penginapan Backpaker Hostels. Ternyata ketika kami datang, dia sedang cuci muka di dalam, mungkin sudah ngantuk menunggu kita yang datang terlalu malam. Gamsahamnida Oppa…🙂

Hostelnya meski letaknya nyempil, namun cukup nyaman. Terdiri sekitar 3 lantai kalau tidak salah, ada Lift-nya. Lantainya dari kayu, kalau musim dingin gini ada pemanasnya, anget lantainya🙂 Kamar mandi di dalem, ada Tv, Ada AC (nyala kalau musim panas aja), kasurnya juga lumayan besar, Ada meja rias, Hair dyer, sama tempat duduknya. Udah kayak hotel aja ya🙂 No Breakfast, tapi disediain teh/kopi, air panas, lemari pendingin, sama microwave di lantai bawah. Internet juga gratis. Dan ternyata lokasinya juga sebenarnya lumayan dekat dari subway, 5 menit jalan kaki bisa. Hanya 1 station dari Seoul station, turun aja di Hoehyeon station. Cuma karena waktu itu datang malam dan subway sudah tidak beroperasi, jadinya bingung gitu deh..

Dan ada sedikit catatan PENTING buat yang pertama ke Korea, pas pertama liat peta Subway-nya saya melongo! Rumit dan banyak banget jalurnya.Pintu keluarnya juga banyak. Jadi kalau masuk atau keluar Subway menuju suatu arah, harus diperhatikan baik-baik kita lewat gate mana. Salah masuk/keluar bisa nyasar. Dan tiap masuk/keluar pintu harus nempelin T-money, walhasil hanya karena nyasar bisa rugi, saldo T-money berkurang :-p Begitupun yang saya alami *Nasiiiiiiiiiiiiiiib…..

Sampai kamar kita langsung tepaaaaaaaaaaar…mempersiapkan diri tidur beberapa jam, karena pagi harinya sudah memulai trip pertama kita ke Nami Island. Itu tuh…tempat shootingnya Oppa Bae Yong Jun di K-Drama “Winter Sonata”. Can’t wait for tomorrow. Zzzzzzzzzzzzzzz…….

Comments
  1. Agnetha says:

    mbak boleh minta link hostel tempat penginapanya nggak dan kena berapa? email ke aku yah ^^

    makasih

  2. huuaa koreaaa, saya jg berencana ke sana mba, untuk cew 2org aja aman kan? soalnya tmn backpacking saya adl adek tercinta jg🙂

    bole minta alamat email ga mba bwt tanya2? soalnya masih taon dpn kesananya…

  3. Green says:

    Mba lebih murah dari bandara naik bus, ato subway atau airport railroad?. Oia dari bandara itu ga ada subway mba? Cuma ada railroad? Trua dari seoul station baru sambung subway bisa?

    Maap banyak nanya maish bingug, bulan depan mau ke korea dan buat pertama kalinya. Nanti hostelku di dikat hapjeoung station.

    • jul2julia says:

      Murah mana ya… Aku lupa perbandingannya. Kairport railroad kalo ga salah ada 2 kok, yg murah sm yg kereta express. Cari aja yg tarif biasa. Coba browsing2 aja lg di internet jelasnya.
      Subway itu adanya kalo udah di tengah kota, jadi … Kalo dr airport ya pilihannya airport railroad, bus, or taxi. Kalo masukan dr saya sih: tempat yg dijangkau, menurut panduannya lebih mudah dijangkau bus or subway. Itu aja. Tp kalo bus harus extra hati2, inget2 turun di stop bus mana. Takutnya kelewat susah lagi, banyak yg masih pake Hanggeul tulisannya, dan jarang yg bs bhs Inggris🙂 kalo subway rute-nya kan udah jelas, kelewat tinggal turun balik arah.

  4. Green says:

    Btw mba kalo mau naik railroad dari bandara dan mau naik subway, apakah harus beli T money card? Bisa ga cima beli satuan doang? Kaya naik mrt di KL kan ga perlu beli kartu, inggal beli dari mesin keluar koin yg di tap n masukkan setelah sampe tujuan?

  5. Green says:

    Mba saya tencana mau naik bus aja dari bandara ke hostel, kalo bayar langsung di bus sama supirnya bisa kan mba? Ga perlu beli T money kan mba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s