Wisata Kuliner Jogja

Posted: December 18, 2011 in Travel

Beberapa waktu lalu, tepatnya 11 Desember 2011 saya dan teman-teman Sobatpadi dari berbagai wilayah (Sobatpadi Piknik Club Jakarta, Sobatpadi Yogya Istimewa, Sobatpadi Makassar, Sobatpadi Surabaya, Sobatpadi Bahari-Jateng dsk) mengadakan kegiatan “Sobatpadicare Go Green to Merapi” reboisasi dan Baksos. Kunjungan kedua saya ke Merapi, setelah  setahun lalu di bulan November 2010 mengadakan kegiatan “Sahabat Selamanya Peduli Merapi”.

Tidak ada yang berubah banyak dari Jogja, dari beberapa kunjungan saya ke kota ini. Pertama sampai di Jogja, saya dan teman-teman seperjalanan menyempatkan diri untuk mampir di warung “Kopi Joss” di samping stasiun, sambil menunggu kedatangan teman lainnya. Tempat ini berada tepat di samping stasiun Tugu, buku mulai jam 4 sore, tempat mangkal anak muda. Kopi Joss ini adalah kopi hitam yang setelah jadi minumannya, dimasukin arang menyala. Makanya dinamakan “Kopi Joss”, mungkinkah karena pas arang panas itu dimasukan ke air kopi bunyinya “Josssssh”? Entahlah🙂 Tidak hanya kopi, di warung yang tersebar sepanjang jalan ini ada juga menu lain seperti : Wedang jahe, susu jahe, teh manis, dll. Ditambah camilan berupa goreng-gorengan. Biasa saja sih menu-nya, tapi kalau sudah nongkrong disini, apalagi rame-rame, ngobrol ngalor-ngidul, berapa jam pun gak berasa!🙂

Selesai kuliner disini, kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan di Desa Manisrenggo, Sleman. Dan keesokan harinya memulai aktifitas menanam pohon di lereng Merapi. Lengkapnya kegiatan ini bagaimana, bisa dilihat di www.sobatpadicare.multiply.com

Setelah acara selesai keesokan harinya, saya masih punya beberapa waktu menuju jam kepulangan kereta ke Jakarta. Sengaja memilih kereta Gajayana yang berangkat pukul setengah 12 malam dari Jogja, biar bisa keliling dulu. Beruntung ada teman yang extend 1 hari di Jogja, jadi saya bisa menitip ransel dan mandi dulu🙂

Tempat yang selalu dikunjungi ketika di jogja, tiada lain adalah “Malioboro”. Tidak ada yang berbeda, tetap malioboro. Yang penuh sesak oleh pedagang kaki lima dan tukang becak yang tak henti menawari “mari mbak, diantar ke tempat Dagadu, Bakpia”. Wah..kalau baru pertama ke Jogja sih gapapa, tapi kalau sudah sering seperti saya ini, males banget. Sudah gitu pastinya tukang becak itu akan membawa ke tempat Dagadu “palsu” dan Bakpia yang tidak “ber-merk” (FYI, Bakpia terkenal di Jogja setau saya no 25 dan 75).

Puas berbelanja di Mirota, saya dan teman-teman  mencari tempat makan yang “asal tidak di Malioboro”. Kalau pendatang makan disini, harganya suka digetok. Jadilah kita melipir ke Alun-alun Utara kuliner “Bakmi Jawa Pa Pele “. Konon tempat makan ini salah satu dari tempat kuliner yang banyak dikunjungi di Jogja. Ebuset…tapi nunggu pesenan datangnya lumayan lama! Mata sudah pada 5 watt, belum lagi diburu waktu, dan belum nyari oleh-oleh makanan. Untuk menu di tempat makan ini, saya memilih : Bakmi Jawa nyemek dan Wedang Ronde. Saya baru tau istilah “Nyemek” disini ini🙂 Sebenarnya ga nendang cuma makan sepiring doang, haha.. ,tapi  mau pesen lagi takut lama dan ketinggalan kereta. Nasib…nasib…

Comments
  1. Looks yummy ..

    Lain kali ke Jogja gw harus nyoba kopi Joss ..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s