Backpacker ke Singapura (Part-2)

Posted: November 15, 2011 in Travel

Berawal dari sini🙂


Ya.. Siapa bilang ke Luar Negeri itu mahal? Kita bisa kok dapetin murah, kalau mau usaha. Maskapai Air Asia memang terkenal suka bagi-bagi tiket promo. Tapi ada hal yang perlu di ingat di SYARAT & KETENTUAN UMUM PT. INDONESIA AIRASIA. Terutama untuk point sebagai berikut :

Poin 12 : Pengaturan kursi – Disesuaikan dengan ketersediaan kursi yang ada, Anda dapat membayar Permintaan Pengaturan Kursi Lebih Awal (Advance Seat Request/ASR) pada saat pemesanan untuk pengaturan kursi. Mohon merujuk pada informasi mengenai biaya untuk ASR. Ketika ASR telah dibeli, kami berhak untuk menentukan atau memindahkan kursi Anda kapanpun, bahkan ketika Anda telah memasuki pesawat. Hal ini dapat disebabkan karena alasan operasional, keselamatan atau keamanan. Kami tidak menjamin adanya pengaturan ulang kursi secara khusus, baik itu di gang kabin, dekat jendela, di jalur pintu keluar atau yang lainnya. Kami akan, bagaimanapun juga, berusaha untuk dapat memberikan kursi yang sesuai dengan pengaturan kursi yang telah Anda bayarkan.

Poin 18:  Setiap tarif, jadwal dan rute penerbangan adalah yang berlaku pada saat diumumkan. Indonesia AirAsia berhak untuk melakukan perubahan syarat-syarat dan ketentuan umum, tarif dan jadwal penerbangan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Asal tahu saja, untuk booking tiket promo dilakukan jauh-jauh hari. Malah ada yang setahun sebelum-nya🙂 Wallahu’alam deh apa yang terjadi nanti, yang penting booking! Untuk menjadi seorang traveler memang harus punya modal nekat🙂 kalau ga gitu kapan bisa keliling dunia-nya? Paling pas udah CONFIRM, baru mikir : “Waduh, dapet cuti ga ya?”Waduh, nanti kesana ada duit ga ya?”.  Hahaha…..

Untuk keberangkatan ke Singapura ini, terjadi perubahan jadwal! Seharusnya kita memilih flight paling pagi , namun ternyata oleh Air Asia dipindah seenaknya ke Flight jam 10. Rempong doong! Sementara tiket pulang   sudah di booking pagi, dan mereka tidak merubah jadwal pulang! Walhasil, waktu kita di Singapura akan sangat sedikit sekali. Kalau berangkat dari Jakarta Sabtu jam 10, penerbangan 1 jam, sampe sana sekitar jam 12-an. Loh,katanya 1 jam, bukan jam 11 ya?  Singapura memiliki waktu yang lebih cepat 1 jam di banding Jakarta. Heran ya… padahal mereka sama kita ada di garis waktu yang sama. Konon katanya itu biar mereka bisa beraktifitas lebih awal di banding negara lainnya. Hebat kan ya! Tapi untuk seorang muslim seperti saya, agak sedikit kagok ketika mau sholat. Sholat Shubuh biasanya jam 5, ini jadwalnya jadi jam 6. Begitupun ketika Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, semua jadi maju 1 jam🙂

Kembali ke jadwal berangkat yang dipindah, ya kita akhirnya menerima saja. Peraturannya memang sperti itu😦 Walhasil, kita merancang itenary se-SIMPLE mungkin! Dan untungnya ini bukan pertama kali saya dan adik saya ke sana, bisa dibayangkan menyesalnya kalau pertama kesana tapi liburan diburu waktu. Kecewa berat!

Untuk Air Asia, kita bisa check in online. Kalau check in manual justru kena bayaran. Lebih simple sebenarnya. Tapi bukan berarti kita sampai bandara ga diharuskan lapor lagi, tetep haru lapor ke konter check in. Buat bayar Tax Airport dan no.kursi. Ingat ketentuan diatas tadi, mereka bisa merubah nomor kursi lagi loh!  Setelah check in, kita menuju keimigrasian buat cek paspor dan penyerahan Form kunjungan ke LN. Lagi bukan musim liburan, antrian ga begitu panjang. Setelah itu, kita menuju ruang tunggu boarding untuk menunggu giliran masuk pesawat. Untungnya pesawat tepat waktu, dan kita sampai sana juga ga meleset-meleset amat dari yang direncanakan. Paling nanti tinggal gimana proses ke-imigrasian di Singapura-nya, lama atau nggak. Beruntung ternyata antrian juga ga’ gitu panjang, dan prosesnya cepat. Dibandingkan dulu waktu pertama kali kesini, sudah kemaleman, proses imigrasi lama (gara-gara ada penumpang bermasalah), walhasil jadwal MRT sudah tidak beroperasi deh *nasiiib

Sampai sana sudah waktunya jadwal makan siang. Sudah kesespakatan kita, begitu sampai hal pertama yang dituju adalah Wisata Kuliner! Dan kita penasaran banget sama “Chilli Crab”nya S’pore yang katanya maknyus itu. Chilli Crab apaan? Itu bahasa kerennya, bahasa kita-nya sih “Kepiting rebus” aja kali ya🙂 Ada satu resto menurut hasil browsing dan buku panduan dar mba’ Claudia Kaunang (pengarang buku traveling murah ke LN) bernama “Chai Chee Seafood Restaurant” yang berlabel Halal. Untuk seorang muslim seperti saya, label HALAL sangat penting, dan di Singapura kita harus pintar memilih makanan Halal. Biasanya kita mengenalinya dari label Halal yang mereka tempel di bilik Resto/Produk, atau tulisan “No Pork”.

Selalu ada kejadian tak terkira kalau kita traveling, begitupun dengan saya. Pengalaman kali ini lucu ada, jengkel ada : nyasardotcom🙂 Prinsip kita, kalau bisa dijangkau dengan jalan kaki, kenapa harus naik bis? Kan lebih asyik bisa melihat sekitar. Dari sebuah perjalanan apa sih yang dicari? Selain oleh-oleh tentunya ya (hehe…) saya selalu menikmati dan mengamati hal baru yang saya temui. The People, Culture, Foods, dll.  Menurut baku panduan dan hasil browsing, katanya Chai Chee Restauran itu cuma jalan sekitar 6 menit dr MRT Kembangan. Tapi setelah si Ade’ saya nanya sama Ibu-ibu di sekitar halte bus Kembangan (Btw, bukan Kembangan Kebon Jeruk jakarta Barat loh ya! Haha… namanya sama) dijawab  “Chai Chee its about three bus station from here”. Walhasil saya sama si Ade’ berjalan sambil ngitungin halte bus, malah sempet mampir sholat di sebuah perumahan yang sangat resik dan nama jalannya sungguh ceria🙂


Namun…

Sampai dengan 3 halte dilewati, kaki gempor, nafas ngos-ngosan, kok si restaurant itu belum ketemu juga! Si Ade’ nanya lagi,  tetep aja ditunjukin jalan yang masih nun jauh disana. Pas nemu resto, dilihat-lihat kok namanya bukan Chai Chee. Tapi lokasinya memang bener “Chai Chee’’. Pas di pikir-pikir, oalaaaah..mungkin orang yang ditanya mikirnya “Chai Chee” itu nama tempat. Yang kita cari resto yang namanya Chai Chee, bukan Resto yang ada di wilayah Chai Chee. Ibaratnya gini lah,  misalnya kita di Jakarta nyari “Resto Hayam Wuruk” tapi tempatnya bukan di Jl. Hayam Wuruk,tapi si Resto adanya di daerah Mangga Dua. Kan gempor juga tuh jalan dari Hayam Wuruk ke Mangga Dua. Bayangkan! *sigh. Disitu ada juga sih Resto Seafood,tapi ternyata bukanya baru jam 5. Kita sampai sana jam 4,apa iya harus menunggu satu jam? Padahal jadwal kita sudah padat untuk beberapa jam kedepan. Mepet bener waktu jalan-jalannyaaaaaa!

Akhirnya kita cabut dari situ, menelusuri lewat alamat : Chai Chee Restaurant, 359 Changi Road, Singapore. Kalau Changi Road-nya sih sudah kita lewatin dari tadi! Depan MRT kembangan itu sudah Changi Road. Akhirnya kita balik lagi (hadeuuh…) kembali ke arah MRT kembangan. Tetep ga mau naik bis! Kelewat lagi berabe,dan kita juga masih bingung dengan rute Bis di sana. Dengan tekad kuat: Harus ketemu! Kalau ga ketemu,bikin penasaran. Akhirnya kita menyusuri Changi Road dengan melihat nomor rumah. Sampai akhirnya: Berhasil..berhasil..berhasil… *GayaDoraExplorePegangMap . Dan kamu tahu dimana lokasi “Chai Chee Seafood Resto” itu? Adanya tepat di sebrang MRT Kembangan. Cuma dipisahkan oleh Plaza Kembangan, di belakang Plaza itu banyak sekali Restaurant berlabel Halal sepanjang jalan *gubrak. Untung ga keburu pingsan kelaperan😦 Langsung saja kita pesan 1 Chilli Crab versi Small (itupun nyaris 200rb harganya), nasi, sayur Kangkung, sama minum. Sekedar TIPS Untuk pesan minum disana, terutama Teh, ada sedikit Tips. Jika kita hanya bilang “TEA” mereka otomatis akan memberi “MILK TEA”, tapi kalau kita cuma  minum es teh manis bilangnya “TEA O” (maksudnya teh kosongan,tanpa susu. Itupun harus bilang “With Iced”. Karena kalau kita pesan “Tea” or “Tea O” maka yang akan disajikan Teh hangat🙂

Lebih kaget-nya lagi ketika pesanan datang. Chilli Crab-nya bersi Small itu gede banget! Bayangkan gimana  yang versi “Large”nya sebesar apa ya? Kita makan berdua yang “Small” saja ampai kekenyangan. Mau tidak dihabiskan sayang banget, melihat pengorbanan kita menemukan tempat ini berpeluh keringat dan gempor kaki! Hahahaa… *lebay

Selesai makan, jadwal kita selanjutnya adalah check in ke hostel yang sudah kita booking online sebelumnya “ABC hostel Singapore” . Menginap semalam 55 SGD (1 SGD Kurs sekitar 6500) , saat booking kita bayar down payment setengahnya via Pay Pal.  Hostelnya lumayan bersih, tempatnya tidak jauh dari MRT Bugis. Meski harus jalan kaki beberapa meter untuk sampai penginapan. Kamar yang kita booking juga type kamar Privat paling murah dengan kamar mandi biasa,  karena ternyata kamar mandi-nya yg tersedia juga beda dengan harga yang bereda. FYI aja, untuk hostel kamar mandi rame-rame ya.. Bukan satu kamar satu🙂 Mandi juga paling pagi aja. Kalau malem capek jalan-jalan, sampai hostel langsung tepaaar!. Setelah check in, di kasih Selimut dan handuk, nge-cek kamar ada AC-nya lumayan. Tapi ga’ ngaruh juga, disana lagi musim hujan. Cuaca ga terlalu panas. Hostel ini ternyata lumayan banyak di booking orang Indonesia. Saya bertemu dengan satu keluarga yang nginap disana. Dikirain yang doyan nginap di hostel Cuma backpacker doang ya🙂

Habis istirahat, kita cabut lagi  menuju Mesjid untuk shalat Maghrib di mesjid yang lumayan besar di Singapura  “Sultan Mosque” di 3 Muscat Street, tidak begitu jauh dari hostel. Dapat di jangkau hanya dengan jalan kaki. Setelah sholat, kita lanjut menuju MRT Bugis untuk trip selanjutnya ke MRT City Hall. Menikmati malam di Marina Bay, tempat dimana ada Esplanade, Merlion Park, dan ini niih..tempat yang dari pertama dulu ke Singapore belum ketemu “Stamford Raffles Statues” :)    ya,percaya atau tidak. Kita penasaran sekali dengan Patung Rafless founder of modern Singapore. Setiap ada panduan wisata ke Singapura, selalu disebut patung ini. Tambah penasaran, dulu pernah kesini juga ga ketemu,padahal sudah tanya orang berkali-kali😦 Bagaimana dengan kali ini? Sempat nyasardotcom juga dan gempor kaki, akhirnya ketemu juga! Berhasil..berhasil…berhasil… *GayaDoraExplorePegangMap. Pas ketemu “WHAT’S, GINI DOANG?!” Patung-nya kecil, kirain segede Patung Pancoran atau Bunderan HI gitu. Tempatnya juga nyelip, di belakang Fullerton Hotel. Alamaaakkkk…….😦 Mana waktu itu di Victoria Theatre (tidak jauh dari patung Rafless) lagi ada event. Akhirnya kita dengan malu-malu berfoto diantara banyak orang *krik..kriiiik…

Sudah hampr jam 10 kita baru selsesai muter. Kembali ke MRT City Hall, kita melanjutkan perjalanan ke Mustafa Centre. Dari MRT City Hall kita menuju MRT Farrer Fark. Mustafa Centre tidak jauh dari situ, tinggal berjalan kaki. Mustafa Centre buka 24 jam, isinya beragam. Dari makanan, elektonik, tas, dll. Bingung juga sampai sana. Akhirnya Cuma pilih makanan aja, beli cokelat sebanyak-banyaknya! Pengen beli jam ber-merk, tapi kok harganya lebih miring di toko langganan di Glodok. Hehee… Dan juga masih belum terlalu perlu, masih ada cadangan jam tangan beberapa🙂 akhirnya tidak jadi beli. Dikarenakan kaki yang sudah tidak kuasa berjalan jauh lagi, dan MRT terakhir pun sudah tidak beroperasi. Kita pulang ke hostel pakai taksi. Tidak begitu mahal,karena jaraknya  tidak begitu jauh dari kawasan Mustafa Centre ke Bugis. Tapi karena lewat tengah malam, kita harus membayar fee setengah dari harga argo. Misalkan ongkosnya 20 SGD, yang kita bayar 20SGD + (50% x 20 SGD) = 30SGD. So,kalau mau hemat,jalan-jalannya sampai tengah malem ya🙂

PS:

Yang blom Baca Backpaker ke Singapura Part-1 bisa baca disini:

https://jul2julia.wordpress.com/2010/09/15/backpacker-ke-singapura/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s