UMROH DAY-5 : ZIARAH KOTA MEKKAH & MENCIUM HAJAR ASWAD

Posted: June 30, 2011 in Travel

Minggu, 19 Juni 2011
Setelah kemarin seharian beristirahat, saatnya hari ini full aktivitas lagi. Ziarah di sekeliling kota Mekkah.

JABAL TSUR

Pertama, kami mampir ke Jabal Tsur. Cuma bener-bener “mampir”, dalam artian melihat di kejauhan. Karena disekitar sedang dalam tahap renovasi. Bus-nya pun cuma mangkal di luar pagar. Di Jabal Tsur ini, ada Gua di puncaknya, dimana Rasulullah SAW bersama Abubakar Ashshidiq pernah bersembunyi didalamnya,ketika berhijrah dari kota Mekkah ke Madinah. Lolos dari kepungan kaum kafir Quraisy, singgah ke tempat sahabatnya Abu Bakar, lalu bersembunyi di Gua Tsur selama 3hari. Berkat pertolongan Allah SWT, kaum Kafir Quraisy tidak tahu kalau Rasul berada di Gua tersebut,padahal jaraknya tinggal beberapa langkah! Namun, di pintu Gua ada sarang laba-laba dan Burung Merpati yang sedang bertelur. Maka merekapun pergi meninggalkan gua tersebut,karena yakin tidak ada orang disana.

Ngomong-ngomong soal Merpati, selama di Mekkah sana, saya memang banyak menemui merpati berkeliaran. Bahkan ga jauh dari halaman Masjidil Haram, di pojok jalananan, ada tempat dimana Merpati berkumpul dan banyak jama’ah lewat sambil memberi makanan. Subhanallah…

JABAL RAHMAH

Dari Jabal Tsur,kami melanjutkan perjalanan ke Jabal Rahmah. Tempat berkumpulnya Nabi Adam dan Hawa setelah 100 tahun terpisah, setelah diturunkan dari Surga.
Tempatnya jauuuuh naik ke atas bukit, ditandai dengan tugu berwarna putih. Naik keatasnya lumayan sulit, naik undak-undakan bebatuan. Mungkin buat yang masih muda ga begitu sulit, tapi kok agak kasihan melihat yang sudah sepuh memaksakan diri buat naik. Banyak saya lihat orang berdoa di atas dan malah ada yg sampe nulis-nulis di tugu-nya. Tapi kata Pa Ustadz sih berdo’a disitu sama saja dengan berdoa di tempat lain, tidak istimewa. Yasudah…akhirnya kita (aku berdua adik sama salah satu temen) cuma ambil foto saja diatas. Sudah bukitnya sempit, banyak pula yang jualan. Hadeuuh… ( ¬͡˛ ¬͡”). Ngomong-mgomong soal Jabal Rahmah, disini konon katanya banyak orang berdoa meminta jodoh atau biar langgeng. Malah sebelum dilarang, dulu orang banyak yg mencoret tugu putih ini. Malahan saya pernah baca ada yg menyimpan foto sama KTP juga disitu, it’s true? 🙂 Bukankah Allah tidak buta dan tidak tuli? Kalau memang do’a kita belum didengar mungkin memang belum saatnya aja. Kalau sudah cukup ikhtiar, do’a juga sudah, yakin aja suatu saat nanti jodoh akan datang  juga. Semua akan indah pada waktunya, Insya Allah🙂

Oh ya, buat yang mau naik dan berfoto bersama Unta juga ada disini. Cuma Unta-nya sudah dihias, kaya Delman di Monas gitu kali yaa…kalau di Indonesia🙂 Naik Unta bayar 10Real, kalau mau foto depan Unta bayar 5Real. Tapi ada teman saya foto depan Unta ga bayar tuh..🙂

Pulang dari Jabal Rahmah, kita melewati tempat-tempat dimana prosesi ibadah Haji dilaksanakan. Mudzalifah, Mina, dll. Sekarang lagi dibangun stasiun kereta, untuk memudahkan transportasi selama ibadah haji nanti. Tenda-nya ada yang dibangun permanen, ada yang dibangun tidak permanen. Subhanallah ya.. Begitu panjang prosesnya, dan tempatnya juga luaaaaaas! Ada juga kita lewatin Terowongan Mina tempat dimana pernah ada insiden “Terowongan Mina” . Ga kebayang kalau lagi banyak orang pas musim haji. Semoga kalau suatu saat nanti diijinkan untuk ber-haji, mudah-mudahan dikuatkan fisik dan mental-nya. Aamiin YRA.

***
Selesai Ziarah, buat yang ingin Ba’dal Umroh, Meng-umrohkan orang-orang terdekat yang dicintai atau buat yang ingin Umroh lagi, kita diantarkan ke Miqat terdekat di Ji’ranah. FYI aja, untuk yang ada di Mekkah dan sekitarnya ada 3: Ji’ranah, Tana’im, dan Al-Hudaibiyah.
Setelah niat ber-Umroh / Ba’dal umroh (saya meng-Umrohkan Ayahanda tercinta yang sudah meninggal) dibebaskan mau Thawaf dan Sa’i-nya langsung habis pulang ziarah atau nanti nunggu cuaca bersahabat. harap maklum, Habis Dzuhur suhu di luar sedang panas-panasnya! Namun karena kalau lama menunda dikhawatirkan akan melanggar hal-hal yang dilarang ketika ber-Umroh dan ujung-ujungnya disuruh bayar Dam (denda), akhirnya saya dan teman saya melanjutkan Thawaf dan Sa’I sehabis Dzuhur. Panasnya sih bisa ditahan, tapi silaunya itu yang kurang bisa kompromi. Namun bisa dibedakan lantai sekitar Ka’bah dan lantai di luar mesjid, kadar panasnya beda loh! Di sekitar ka’bah ga gitu panas menyengat.

Dikarenakan orang yang Thawaf di siang hari bolong ga begitu banyak, saya dan teman mencoba mendekat ke arah Ka’bah. Teman saya bilang “Mba,itu Hajar Aswad udah tinggal deket lagi”. Merasa sudah dekat, saya pun antusias menggapainya, meski orang yang berada disitu ampun-ampunan desak-desakannya. Pas saya mendekat, kebetulan ada 2 barisan terpisah: Kumpulan laki-laki di sebelah kiri dan perempuan di arah kanan. Makanya saya pun berani mendekat ke arah kumpulan perempuan, sedikit demi sedikit penuh perjuangan saya melangkah! Oleh Askar (penjaga) Hajar Aswad , berteriak-teriak kepada jama’ah laki-laki untuk memberikan kesempatan kepada saya mencium Hajar Aswad. Entah kekuatan dr mana, menunggu 2 ibu-ibu berbadan besar dihadapan saya pergi, kemudian saya menggantikan posisinya. Alhamdulillah… Akhirnya Hajar Aswad pun tercium! Namun… Begitu berbalik arah mau keluar, saya tidak kuasa melawan arus dimana orang banyak merangsek ke depan! Akhirnya saya stuck di pinggir dekat Askar, melipir sedikit demi sedikit mengumpulkan tenaga (sambil kegencet-gencet juga sih! Masya Allah…) Mana belum makan siang! Astagfirullah… Dan disitu orang sudah tidak ada toleransi sama sekali. Boro-boro mau ngalah! Namun atas pertolongan Allah SWT akhirnya saya bisa keluar juga dari kerumunan bersama teman saya. Astaghfirullah… Kalau ingat kejadian itu, saya cuma bisa beristighfar, kok bisa ya senekat itu! Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi. Terimakasih ya Rabb…. *Nangis

Setelah kejadian itu, dengan baju basah penuh keringat, kita melanjutkan Sa’i dan Thahalul. Selesai prosesi Umroh, menunggi Ashar sebentar, habis itu kita pulang ke penginapan. Dikarenakan jatah makan siang di hotel sudah pasti ga kebagian, akhirnya kita memutuskan beli fast food di pinggir jalan yg ada di sekitar Masjidil Haram menuju penginapan. Nama makanan yang kita pesan “Broast”, isinya Kentang-Ayam- ditambah kaya’ Roti Maryam gitu deh. Harganya 12 Real. Dimakan ber-3 juga ga abis bo! Kenyaaang….

Di penginapan kita cuma istirahat sebentar. Untungnya Maghrib disana sekitar jam 7. Jadi lumayan ada waktu beristirahat dari ba’da Ashar ke Maghrib. Dari Maghrib ke Isya kita stay di Mesjidil Haram, selesai shalat Isya baru balik ke penginapan lagi.

Sampai malam sebelum tidur saya masih kepikiran kejadian di Hajar Aswad tadi siang. Ya Allah.. Terimakasih untuk pertolongan-Mu.. Dengan badan se-imut ini, akhirnya bisa selamat juga keluar dr kerumunan. ALHAMDULILLAH…

Btw, disana juga sebenernya ada tuh joki yang bantuin buat cium Hajar Aswad. Cuma ga tau bayar berapa. Kalau saya sih, daripada bayar mendingan ga usah. Waktu itu pas saya selesai thawaf di sekitar Ka’bah  ada yang nawarin juga, perempuan berkelompok. Pake bahasa melayu.  Badannya juga ga’ kekar banget, biasa aja.  Tapi kok bisa ya mereka nawarin jadi joki sama saya. Heran… Malahan, kita dikasih tau sama Bapak yang jaga catering tempat biasa makan. “Mbak,kalau ada yang nawarin jadi joki buat cium hajar aswad jangan mau. Apalagi kalau yang nawarin laki-laki. Itu nanti ada yang sengaja pegang-pegang (meraba tak senonoh,red). Sudah dipegang-pegang, harus bayar lagi. Jangan mau!”. Astaghfirullah… Mencari kesempatan di atas kesempitan bener-bener deh! Ckckck…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s