UMROH DAY-1 : My Dream Come True :)

Posted: June 30, 2011 in Travel

PROLOG
Alhamdulillah…setelah rencana 2 Tahun tertunda, akhirnya Allah SWT mengabulkan jg keinginan Hamba-nya untuk memenuhi panggilan-Nya. Sekitar 2 Tahun lalu, saya bersama saudara-saudara lainnya ingin mengajak Mamah untuk ber-Umroh. Tapi setelah di pikir-pikir, lebih baik meng-Haji-kan Mamah dulu secara “urunan” beramai-ramai dari anak-anaknya . Yang muda bisa menunggu rejeki lagi, Insya Allah🙂  Dulu saya dan si Adik memang belum “siap” ber-Haji juga sih… Dan memutuskan untuk ber-Umroh saja dulu. Tapi lamaaaa…sekali tertunda, akhirnya kita dapat giliran jg dipanggil ke Baitullah bulan Juni tahun 2011 ini. Tepatnya 16 Juni – 24 Juni 2011. Alhamdulillah🙂

Untuk perjalanan Umroh pertama ini, saya daftar lewat Paket-nya Batavia Air. Bisa paket cicilan (Ngutang pake Credit card juga bisa!), asalkan 2 bulan sebelum keberangkatan harus sudah lunas. Jadi,kalau pake Credit Card bs langsung lunas tuh! Dan cepet berangkat. Tp kok merasa ga’ sreg yaa..buat ibadah kok ngutang. Akhirnya,saya lebih pilih pakai “cicilan semaunya”🙂 Daftar Januari, berangkat Juni. Jadi bisa mencicil semaunya, asal di bulan April sudah lunas. Kita dikasih Number Virtual Account di BNI, dan bs nabung kapan saja kalau lagi ada uang.
***

Kamis 16 Juni 2011.

Rombongan kami diminta berkumpul jam setengah 12 di terminal 2D pintu D1 Bandara Internasional Soekarno Hatta.  Sampe Bandara (Alhamdulillah perjalanan gak macet)sekitar jam setengah 11 . Lumayan lama nunggu, untuk dikasih Paspor-Tiket-Visa. Satu jam sebelum keberangkatan kita langsung dibawa ke bagian Imigrasi untuk diperiksa dokumen(karena proses Check In sudah diurus sama travel-nya). Karena sudah terbiasa pergi-pergi sendirian, kucluk-kucluk  aja langsung antri. Sama Pa Ustadz pembimbing dikasih tau “Kalau di Jeddah nanti, harus deket-deket sama Mahrom-nya ya…”. Ahaaa! Maklum saja,karena kita pergi berdua cewek-cewek, akhirnya pake mahrom “jadi2an”🙂 Dalam artian, dipasangkan dengan Laki-laki yang satu keberangkatan dengan rombongan kita. Kita berdua dapet mahrom bapak-bapak lumayan sudah sepuh, yang berangkat dengan istrinya. Anggap saja punya bapak angkat dulu🙂

Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, dengan banyak mengalami turbulence (bikin H2C), Alhamdulillah sampe Bandara Jeddah juga! FYI aja, baru beberapa bulan ini, kedatangan Jamaah Umroh bukan lagi di Bandara international-nya, tapi khusus ditempatkan di Bandara haji. Lama banget antri-nya! Dari jam 8 malam, sampai jam 11 malam. Tp dr awal sudah diwanti-wanti untuk sabar..sabar..sabar…! ( ¬͡˛ ¬͡”). Untungnya disediakan tempat duduk, dalam hati H2C karena takut bermasalah dengan pemeriksaan mahrom “jadi-jadian” kita🙂

Sambil menunggu, disediakan tempat duduk juga. Digunakan buat sholat untuk yang belum sholat di pesawat. Waktu Maghrib di sana sekitar jam 7 malam. Di jama’ dengan sholat Isya,karena perjalanan Jeddah-Madinah sekitar 5 jam, sampai Madinah kemungkinan sudah masuk waktu Shubuh. Miris sebenernya kalau lihat toilet Bandara sebuah negara yg hampir tiap harinya banjir pendatang yg ingin ber-Haji/umroh. Kotor dan bau. Entah karena kita yang datangnya kemaleman, dan sudah tidak ada lagi penjaga toilet? Ga tau juga… Karena petugas di Bandara Haji ini katanya memang masih minim, apalagi bertepatan dengan week end (FYI, hari libur di Saudi ini bukan Sabtu Minggu, tp Kamis-Jumat?). Buat sholat? Kita bikin mushola darurat yang cuma beralas plastik. Jadi, mending siap sedia sajadah-mukena deh di tas tentengan.

Setelah menunggu sekitar 2-3 Jam, kita disuruh antri ke bagian Imigrasi. Karena pas kita sampe bandara, kebetulan baru ada pesawat lain juga yang duluan mendarat. Jadi harus nunggu proses imigrasi mereka selesai, baru gantian kita. Satu pesawat Air Bus kan isinya banyak bener… Sabaaar🙂. Waktu nunggu itu juga banyak tuh yang jual-jual Sim Card Hape buat dipake selama disini. Tapi saya sih males, niatnya pengen ibadah, kalo  Blackberry di-isi pulsa, ntar malah takut belok niatnya,  sibuk BB-an dibanding ibadah🙂 Cukup pake provider dr tanah air yang bisa dipakai di sini juga,dan itu pun cuma buat SMS-an. Kalo buat telf bisa jebol juga budget🙂 *Gakmaorugi

Dalam menghadapi proses pemeriksaan dokumen di keimigrasian bandara Jeddah sana butuh ekstra kesabaran. Udah lama antri, saya pun mendapatkan petugas yang super nyantai. Meski sudah pernah baca sebelumnya dan dengar cerita orang tentang kehidupan disini, tetap aja “ngurut dada” waktu liat mereka degan santainya ngecap-in Paspor dan periksa dokumen disambi ngobrol sama teman disebelahnya. Duh! Mana saya kebagian terakhir pula. *Bandingkan dengan proses pemeriksaan keimigrasian bandara di Indonesia. Serius-serius orangnya. Begitupun di 2 negara yg pernah saya kunjungi, Malaysia dan Singapore. Ga ada tuh petugas imigrasi yang ngobrol sambil bekerja.

***
selesai proses keimigrasian, kita ambil bagasi dan keluar mencari bus yang akan membawa kita ke Madinah. Perhatian: Jangan minta dibawain sama porter kalau memang barang kita ga banyak dan sanggup kita bawa sendiri. Porter-nya akan minta bayaran dengan  harga tinggi! Lebih baik nego harga sebelum naikin barang.

Alhamdulillah dapet bus yang masih baru (kursinya aja masih diplastikin bo!). Tapi resiko-nya sepanjang jalan susah tidur karena keberisikan bunyi alarm🙂 Jadi, di bus baru ini dipasang alarm jika kecepatan melebihi batas maksimum peraturan disana. Dan sopir bus-nya ngebut! Walhasil sepanjang jalan harus tahan ditemani bunyi sang alarm. Sekali lagi: Sabar…

Di tengah jalan kita minggir sebentar buat ambil konsumsi dan jemput para Ustadz yang akan membimbing selama perjalanan disana. Masih muda-muda.  Ada mahasiswa, ada juga yang memang sudah lama tinggal di sana. Jago-jago speaking Arab-nya. Sampe bengong awalnya.. Pengen banget bisa ngerti apa yang mereka omongin🙂 Kadang malu juga, dari kecil kita sudah baca Al-Quran yang bahasanya Arab. Sekolah agama juga pernah. Tapi tetep aja ga fasih bahasa Arab. Dan saya baru menyadari, kalau bahasa yang paling keren di mata saya adalah basa Arab🙂

Dengan kecepatan yang super tinggi itu,kita sampe penginapan di Madinah pas Adzan Shubuh berkumandang di Mesjid Nabawi. Simpan koper bentar, langsung ngacir ke Mesjid. Alhamdulillah,penginapan kita Dallah Taibah dekat banget dengan mesjid Nabawi, sekitar 100 meter-an. Dan jadwal selanjutnya dimana kita akan City Tour kota Madinah, akhirnya di-cancel besoknya. Melihat kondisi fisik Jama’ah yang kemungkinan sangat lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Saatnya tiduuuur🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s