Wisata Malaysia: Melancong ke Negeri si Upin & Ipin

Posted: March 25, 2011 in Travel

Hampir setahun yang lalu…( Yak,setahun yang lalu!), Air Asia mengadakan Promo terbang dengan Rp 0. Get Lucky banget, saya dan adik saya mendapatkan tiket ke Malaysia dengan Rp 0! Sekali jalan doang sih… Tapi lumayan lah. Untuk mendapatkan tiket pulang, kita harus menunggu beberapa bulan kemudian. Lama banget ga ada promo, pulangnya kita cuma dapet diskon sekitar 20% saja dari harga normal. Tapi yasudahlah… tidak apa-apa. Daripada ga bisa pulang trus tinggal disana dan jadi TKW? Heuheu….

Dan inilah catatan perjalanan saya selama 3 hari di Malaysia. Selamat menikmati….

MALAYSIA DAY 1

Kita berangkat naik pesawat Air Asia jam 11.35AM. Berdasarkan jam kedatangan di tiket pesawat, kita akan sampai disana sekitar pukul 2.35PM. Jangan dikira perjalanan Indonesia-Malaysia membutuhkan waktu 3 jam! Perjalanan hanya 2 jam saja,tapi waktu di Malaysia lebih cepat 1 jam dari WIB.

Sampai Malaysia, karena pesawat kita kelas murahan (Low Cost Airline)😉 maka tempat berhenti-nya di Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Setelah proses pemeriksaan keimigrasian dll, kita langsung nyari angkutan menuju Kuala Lumpur. Ada beberapa pilihan: Naik Sky Bus-nya Air Asia (9RM), Bus biasa (8RM) or yang agak mahalan juga ada. Lupa lagi,sekitar 12RM sepertinya. Kurs 1RM sekitar Rp 3000. Karena merasa lebih comfort dengan produk Air Asia, kita pilih naik Skybus. FYI,tiket bisa dibeli online sekalian kita booking pesawat, beli di bandara (pas pintu keluar) atau bayar langsung diatas bus juga bisa. Pssst…ternyata “calo” bus-nya Malay ga beda jauh samacalo bus di Indonesia! Tau kita beli tiket Sky Bus ada yg nyeletuk seperti ini “Ada yg 7 Ringgit,belinya yg 9 Ringgit. Kaya sekali Kakak…”. Dalam hati saya “idiiih…suka² gue dong! Gue yg punya duit :-p

Perjalanan bus dari LCCT ke Kuala Lumpur (KL) Sentral butuh  waktu sekitar 1 jam. KL Sentral ini persinggahan menuju tempat² berikutnya. Banyak banget pilihan angkutan disini, silahkan mau naik apa saja: KTM Komuter, Rapid KL, Monorail, dll. Jelasnya bisa cek di web ini: http://www.lcct.com.my/others/places/kl-sentral-station Btw,kalau Monorail stasiunnya agak jauh dari perhentian Sky bus. Kita harus jalan dulu,terus nyebrang. Kalau naik Rapid KL tinggal naik lift 1 tingkat. Disana kita bisa pilih mau ke arah mana.

Karena ga mau ribet, dari KL Sentral kita pilih naik Rapid KL. Sebelumnya isi perut dulu di Burger King. Tujuan pertama kita,Citrus Hotel. Sudah pesan online pas booking tiket pesawat, sebelum hari-H baiknya kita pastikan dulu apakah nama kita sudah terdaftar atau belum. Bisa by mail kok. Waktu itu kita dapat harga 1,75jt (2orang)  untuk 3D2N, plus wisata PP ke Genting (dapat free tiket kereta gantung sama tiket masuk Outdoor Theme Park). Harga nginap, sudah termasuk breakfast. Hotelnya ga’ persis di pinggir jalan, tapi agak masuk kedalem. Tapi bisa ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun Rapid KL Sultan Ismail. Bisa juga pake Monorail,tapi jalannya agak jauhan. Berhenti di Stasiun Medan Tuanku.

Menuju hotel, naik rapid KL dari KL Sentral ke Mesjid Jamiek. Dari Mesjid Jamiek kita ganti kereta ke arah Sentul Timur, turun di Sultan Ismail. Pindah jalur kayak kalau di Indonesia naik KRL dari arah Bogor mau ke Tangerang, transit dulu di stasun Kota trus pindah jalur ke arah Tangerang. Kalau pindah jalur, harus bayar lagi,beli tiket lagi. Agak ribet sih ya! Apalagi waktu kita mau pindah jalur di Mesjid Jamiek, harus nyebrang jalan dulu buat nyari stasiun Sentral timur. Dan itu sempat membingungkan, karena salah tafsir jawaban dari orang Malay yang kita tanya. Bahasa mereka mirip, tapi beda banget sama Bahasa Indonesia. Sama lah kaya’ omongan di film Upin & Ipin gitu🙂 Better pakai Inggris,tapi Inggris-nya mereka juga kemelayu²an. Salah mengartikan “melintas jalan” sampai muter-muter aja di stasiun Mesjid Jamiek. Taunya yang mereka maksud “Nyebrang jalan”!. Ya Ok lah, agak sedikit mengerti. Tapi disitu ada 2 penyebrangan. Melintas jalan ke kiri apa ke depan ga jelas *Fiuh…. Dan nyebrang jalan di sini juga tidak sse-disiplin seperti di Singapura. Mau nyebrang dimanapun cu’ek aja. Sebagai pendatang yang baik, kita selalu nyari Zebra Cross yang warnanya kuning (Padahal kalau lagi di Jakarta nih, jembatan penyebrangan agak jauh dikit aja males. Mendingan juga MELINTAS JALAN sembarangan. Heuheu…)

Dari Stasiun Sentral Timur, kita naik Rapid KL turun di Stasiun Sultan Ismail. Kalau ga salah hanya sekitar 2 stasiun.  Tiketnya juga beragam. Makin jauh, makin mahal. Sekitar 1 – 4RM. Jam 5-an,kita sampai juga di penginapan Citrus Hotel. Istirahat sebentar, mengingat jadwal kita yang cuma 3 hari di Malaysia (Full sehari Cuma di hari ke-2 nya aja. Yang hari pertama sama hari ketiga, kita cuma nikmatin setengah hari. Datang ke Malaysia sudah siang, nanti pulangnya ke Indonesia di hari ke-3 siang juga). Baru sampai, mandi, beberes, kita lanjutkan perjalanan menuju Twin Tower Petronas. Dari hotel, Twin Tower keliatan banget. Dikiranya deket! Akhirnya diputuskan jalan kaki. Ternyata…jauhnya Masya Alloh! Bikin gempor. Mana hujan gerimis, jalanan juga gak gitu rame. Kalau dibayangi sekarang agak ngeri juga, kita pendatang. Belum tau gimana kondisi. Untung saja gak ada yang niat jahat. Sebetulnya jalannya tinggal lurus. Tapi kalao diibaratkan, di Jakarta bisa dari Bunderan HI ke Semanggi kali! :-p Naik Taksi? Hmmm…Baca-baca pengalaman orang yang sudah ke KL,banyak yang bilang hati-hati dengan Taksi disini. Nawarinnya suka gila-gilaan. Yasudahlah…akhirnya selama disini sebisa mungkin hindari Taksi. Maklum jalan-jalan Low Budget🙂

Sampai Menara Petronas kita puasin foto²,ditengah rintik hujan. Dan ternyata..banyak temennya juga! Terutama si bule-bule dan tourist Asia lainnya yang berkulit kuning🙂 kita masih mending pakai payung. Sementara yang lain basah-basahan. Saya sih sayang sama kamera aja, takut kebasahan! Hehee..

Puas foto², kita mampir ke Suria KLCC. Pusat Perbelanjaan yang ada di bawah menara Petronas. Bukan buat belanja, tapi buat makan. Pilihan jatuh ke Food Court yang ada di Lantai 2, makan nasi campur. Kayak Nasi warteg gitu. Lauknya kita pilih sendiri. Ga susah nemuin nasi disini, karena masih 1 rumpun. Selesai makan, mampir belanja buat cemilan ke Genting Highland besoknya. Pulang naik rapid KL (makasih deh kalau harus jalan kaki lagi!). dari KLCC ke Mesjid Jamiek, transit pindah jalur dari Sentul Timur ke Sultan Ismail. Agak serem kalau kelewat malam, hotelnya tidak terletak di jalan raya soalnya.

MALAYSIA DAY 2

Hari ini, rencana kita full ngikutin paket dari Air Asia Go, wisata ke Genting Highland. Dijemput di hotel sekitar pukul 9 pagi, dikirain langsung menuju TKP Genting Highland. Tau-nya mampir-mampir dulu ke tempat jualan. Maklumlah… ikut paketan tour memang selalu begini katanya. Mana mampirnya ke tempat jualan yg mahal-mahal! kantong backpack gini mana sanggup beli :-p Mendingan juga mampirnya ke tempat jualan murah meriah sekelas Tanah Abang or Mangga Dua! Heuheu…

Pertama, kita diajak ke tempat jualan yang terbuat dari bahan Onyx gitu. Alat makan sama perhiasan. Harganya mahal buat ukuran saya, kalaupun ada yg murah, ga minat sama barangnya. Mana kita dikerubutin sama yg jualannya. Males banget deh… Sementara kita cuma ber-6! Yang 4 orang pasangan dari India (Kalau ngomong, kepalanya geleng2 terus. Hehee…), yang satu malahan udah males duluan turun.

Tempat kedua, diajak ke toko jualan merchandise. Kebanyakan jam gitu. Tapi lagi-lagi kurang berminat (dengan harganya. Heuheu… ), Baju juga ada, kebanyakan kaos dan Batik. BATIK? di Indonesia juga ada, banyak motif-nya dan lebih murah tentunya🙂

Tempat ketiga, baru deh kita diajak ke tempat wisata “Batu Caves”. Ga’ sampai masuk kedalam dan naik tangga-nya yang 272 undakan itu! (gempor…) karena adanya di Bukit Kapur. Kita cuma dikasih waktu 15 menit buat foto-foto aja. Batu Caves ini letaknya di Selangor, sekitar 15 Km ke arah utara KL. Ada patung emas Dewa Hindu yg tinggi banget (42,7 meter), berdiri dekat tebing batu. Keren sih.. Yang saya suka disini, banyak sekali burung merpati bebas-nya. waktu ada yang ngasih makanan, merpatinya pada ngumpul.

Setelah dari Batu Caves, (akhirnya) tanpa mampir-mampir lagi, kita langsung menuju Genting Higlands. Udaranya dingin, kaya di daerah Puncak or di Batu-nya Malang. Tempat pertama yang dituju, yaitu Skyway (Kereta Gantung). Kereta gantungnya beda sama yang di Ancol ataupun Taman Mini. Kalau di Ancol lewatin lautan, di Taman Mini lewatin danau buatan, nah kalau di Genting kita lewatin hutan hujan tropis. Jalurnya sangat panjaaaaaaaaaaaaaaaang, naik – turun! Agak serem juga sih buat saya yang takut ketinggian. Lutut rasanya gemetar! Boro-boro pengen berdiri, duduk aja ni’ jantung udah berasa melorot :-p Tapi seru! Diatas sini kita bisa lihat pemandangan yang superb! Masih alami, hutan dengan riuhnya suara mahluk yang menghuninya (burung dan monyet).

Turun dari skyway (sekali jalan,ga bolak-balik harganya 5RM) kita langsung menuju Thema Park Out Doo). Disini banyak mainan seperti di Dufan, namanya aja yang beda. Permainannya sama kayak di Dufan:  Roll Coaster, Niagara, Hysteria, Bianglala, Kora-kora,dll. Cuma disini beda nama aja. Akhirnya kita cuma nyobain ke Taman Dinosaurus (naik perahu,trus nanti ada pertunjukan tentang asal muasal Dinosaurus), sama naik monorail imut keliling Indoor plus Outdoor-nya Theme Park. Habis itu,kita puasin belanja Beryl’s Chocolate, coklat khas buatan Malaysia. Sambil foto-foto di Beryls World. Udah, gitu doang😉 Ada kejadian lucu ketika kita mencari “Snow World”. Keliling Outdoor theme park, sudah gempor mampus, taunya adanya di Indoor! Salah baca Peta :-p Kalau bukan harga paketan tour sih males kayaknya masuk situ.  Harga Normal tiket masuk ke sini, Normal Rate-nya 228RM *Wow!

Bosen main di Outdoor, kita pindah ke Indoor Theme Park. Disini banyak permainan anak-anak, tempat makan, sama Kasino! Tempat yang kita tuju adalah Snow World. Mungkin kalau disamain dengan Indonesia ,mirip Ice World gitu. HTM-nya 25RM, tiap rombongan digilir masing-masing 40 menit didalam. Karena kita masih lama kebagian masuknya, akhirnya diputuskan untuk mencari makan dulu. Salahnya kita ga lihat-lihat jam, pas kita sudah duduk siap menyantap makanan, lihat jam ternyata sebentar lagi giliran kita masuk! Akhirnya makannya pun buru-buru. Mana salah pilih menu, Laksa Assam Pedas, susah juga makan masakan panas berkuah buru-buru. Rasanya juga asem banget ternyata sodara-sodari! Akhirnya cuma dimakan dikit, lanjut deh ke Snow World. Tempat makan kita di lantai 1, Snow World ada di lantai 2A. Mana dari tempat makan ke lift jauh bener, Hadeuuuuuh…😦

Untungnya, kita masih bisa masuk di jadwal berikutnya. Nunggu beberapa menit, ga mau jauh-jauh lagi deh dari situ. Sebelum masuk, buat yang tidak pakai sepatu tertutup akan dikasih pinjam sepatu boot. Selain itu, ada juga pinjaman sarung tangan dan jaket. Gartis! Tapi mending bawa property sendiri deh. Sepatu boot-nya lembab, dan sudah dipake banyak orang. “Wanginya” juga Hmmmm… :-p begitu juga dengan sarung tangannya. Hehee… Sampai-sampai saya harus mencuci kaki pakai sabun, naikin kaki ke wastafel🙂

Sampai didalam? bingung juga mau ngapain. Tempatnya kecil. Akhirnya cuma buat foto-foto aja deh. Ga boleh bawa kamera, nanti ada juru foto didalam 1 foto ukuran 5R sekitar 16RM. Ada juga yg 8R lebih mahal lagi tentunya. Bisa lebih murah, dengan harga paketan (Berasa foto Pre-Wed aja! Heuheu…). Kita difoto di beberapa spot, nanti tinggal pilih mana yg terbaik. Pilih semua juga boleh🙂 asal ada duitnya aja buat nebus. Oº°˚˚°ºoohh ya, buat yang sudah dewasa, ada main seluncuran salju pake ban besar (mirip perosotan yang di water world gitu). Cuma bawahnya ga ada airnya. Seru juga sih! Buat menguji adrenalin🙂

Selesai mencoba permainan di Snow World, kita balik ke tempat akan dijemput. Di lobby Theme Park Hotel. Pulang dari Genting sekitar pukul 6.30PM, langsung diantar ke Hotel.

Sampai hotel sekitar pukul setengah 8, cuma nyimpen barang bawaan sebentar, kita cabut lagi menuju Central Market buat nyari oleh-oleh😉 Central Market ini tempat jualan murmer di Malaysia. Naik Rapid KL dr Sultan Ismail ke Mesjid Jamiek. Dari situ kita naik lagi ke arah Pasar Seni. Central Market tempatnya tidak jauh dari stasiun Pasar Seni. Tinggal nyebrang. Disini kita cuma nyari kaos buat oleh-oleh keluarga besar dirumah. Kaosnya yg murah-murah aja🙂 Kalau beli 10 kaos lebih, 1 kaos bisa dapat harga 10RM/pieces. Mau lihat tas tradisional, mirip sama tas unik yang banyak dijual di Jogja. Ga jadi beli deh🙂 Gantungan kunci juga bosen. Sering dapet oleh-oleh juga dr temen yg ke Malaysia. Habis belanja, kita nyari makan di luar central Market. Food Court Sentral Market jam 9:30PM sudah pada tutup. Akhirnya beli Fast Food  juga😦 Kebetulan di pelataran Central market lagi ada pertunjukan seni-seni. Coba apa tebak yang dipertunjukkan? Tari POCO-POCO!🙂

Pulang dari Central Market, kita balik arah dengan Rapid KL seperti tadi datang. Naik dari stasiun Pasar Seni ke Mesjid Jamiek. Pindah jalur dr Sentral Timur ke Tuanku Ismail. Sampai hotel sekitar jam 10 lewat. Mandi, tiduuuuuur! Sungguh hari yg sangat melelahkan. Zzzzzz…..

MALAYSIA DAY 3

Hari Terakhir di Malaysia. Ga’ mau rugi, kita manfaatkan waktu yg sebentar lagi itu untuk jalan-jalan ke KL Tower (Menara KL). Trade mark-nya Malaysia, selain Twin Tower Petronas. Menara dengan ketinggian 421 meter ini, dijadikan juga menara komunikasi. Selain kita bisa mengamati KL dari ketinggian 421meter (di Observation deck, HTM 38RM. Buka dari Jam 9AM – 9.30PM), disini juga ada resto-nya di puncak. Tapi katanya sih harus booking jauh-jauh hari, soalnya tempat selalu penuh terisi. Selain itu, dilantai bawah juga ada F! Simulator Zone dan Animal Zone.

Dari Jl.Sultan Ismail, angkutan terdekat kesana naik Monorail dari Stasiun Medan Tuanku, turun di stasiun Bukit Nanas. Deket banget sih, cuma 1 stasiun aja. Tapi kalau jalan kaki juga males, capek, sudah 2 hari jalan terus. Ternyata,dari Bukit Nanas ke gerbang Menara KL juga mayan jauh jalannya! Mana berbukit, nanjak, dengan bawaan ransel berat. Fiuuuh…. Ikuti aja petunjuk jalan,banyak papan penunjuk arah menuju Menara KL (KL Tower). Atau liat aja arah menara, keliatan banget kok walau dari jauh. Berasa deket🙂 Tapi kita tidak mau “tertipu kedua kalinya” dengan penglihatan. Ntar kejadian seperti mau ke Twin Tower Petronas. Berasa dekat,padahal JAUH! Heuheu….

Sampai gerbang depan menuju menara KL, ada jemputan gratis kedalam. Sejenis mobil Elf gitu. Beroperasi mulai jam 9AM -9.30 PM. Karena waktu mepet, kita di Menara KL cuma foto-foto aja dari luar. Karena menaranya tinggi banget, agak susah juga motret dari dekat. Kaya’ motret Monas aja, harus dari jauh, baru ke-foto utuh. Selesai foto session, kita langsung balik ke stasiun Monorail Bukit Nanas menuju KL Sentral. Stasiun monorail KL Sentral, agak berjauhan letaknya dengan stasiun Rapid KL. Harus nyebrang jalan dulu. Sempet bingung juga. Soalnya,Sky Bus yang menuju ke LCCT adanya di bawah stasiun Rapid KL.

Perjalanan dari KL Sentral ke LCCT sekitar 1 jam. Dari KL Sentral sekitar jam 11-an, sampai LCCT jam 12an. Langsung check in, dan urus keimigrasian buat keluar Malaysia. Ada sedikit sisa waktu,kita pakai buat jalan nyari oleh-oleh lagi sekitar bandara. Ngabisin duit recehan Ringgit🙂 Pensaran banget sama yang namanya “Coffee White”. Kirain kopi warna putih gitu, kayaknya baru denger. Pas dicobain dirumah, yak ampuun…ternyata sama aja dengan 3 in 1 kopi kalau di Indonesia! Semaca Coffee Mix gitu lah *tepokjidat!.

Jam 13.45 kita take off menuju Indonesia. Baru 3 hari, saya sudah kangen dengan masakan Indonesia. Indonesia memang selalu ngangenin🙂

Comments
  1. triyansyah says:

    Informasinya menarik dan lengkap, semoga saja tahun depan bisa berkunjung ke malaysia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s