Pesona Lampung: Teluk Kiluan

Posted: March 5, 2011 in Travel

Melihat Lumba-lumba di lautan lepas? Siapa sih yang tidak tertarik. Begitupun dengan saya. Ketika sebuah EO yang bergerak di bidang Travelling mengadakan trip ke Teluk Kiluan Lampung, untuk melihat Lumba-lumba. Tanpa berfikir panjang, saya dan adik saya pun langsung mendaftar. Biayanya Rp 700.000/orang sudah termasuk biaya transportasi dan akomodasi. Berangkat Jumat malam, pulang Minggu malam. Tadinya, rombongan ini akan berangkat di akhir Januari, namun karena cuaca buruk dan antrian panjang di Pelabuhan Merak, sesuai kesepakatan kami mengundurkan jadwal keberangkatan ke akhir Februari.

Ternyata, yang berminat ikut trip ini cukup banyak. Kami berangkat menggunakan mobil jenis Elf, jumlah total sebanyak 21 orang. Boleh dibilang ini dibilang “Semi backpacker”. Karena transportasi sudah tersedia sampai tempat tujuan, kita tinggal duduk di mobil (Ber-AC pula), sampai deh… Namun yang tidak terbayangkan, perjalanannya ternyata sangat jauuuuuuuh! Berangkat dari Jakarta sekitar pukul 9 malam lewat, sampai Pelabuhan Merak dan kapal siap berangkat sekitar jam 2 malam. Kapal tiba di Bakauheni Lampung sekitar pukul 5 pagi. Dilanjutkan perjalanan menuju Teluk Kiluan sekitar 6 jam. Lama ya!

Sebelum menuju ke Kiluan, kami mampir dulu ke Pantai Klara. Terletak di kabupaten Pesawaran (Berdasarkan Browsing yang saya daoet melalui mbah Google) Saya kira tadinya nama pantai ini “Clara”, tapi ternyata salah🙂 Namanya KLARA, kepanjangan dari Kelapa Rapat. Karena baru saja sampai di Lampung, masih pada kucel bin kumel bangun tidur, belum pada mandi pula! Hehe…. Disini kita cuma mampir sebentar. Pede aja foto-foto dengan dandanan seadanya. Yang penting Narsis tetap nomor satu!🙂 Yang hobby fotografi, jeprat-jepret sana-sini mencari spot terbaik.

Dari Pantai Klara, melanjutkan perjalanan ke Teluk Kiluan. Ternyata masih jauh sekali! Jalannya juga tidak mulus, dan berliku-liku. Sukses deh perut ini dikocok-kocok sampai mual😦 Mungkin karena kondisi badan sedang tidak fit juga, terkena Flu berat pas di hari pertama berangkat. Walhasil sampai tujuan tepar deh…. Oh ya,menurut Mbah Google lagi, letak Teluk kiluan ini tepatnya di Kelurahan Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Propinsi lampung.

Ada yang unik di perkampungan penduduk sini. Banyak terlihat pura, namun terlihat berdampingan juga dengan mushola. Suatu keragaman yang sangat menarik. Dari desa ini, kita menyebrang ke Pulau Kelapa. Tempat kita menginap semalam, dan paginya kita akan melanjutkan hunting lumba-lumba di tengah samudera. Tapi jangan membayangkan Pulau Kelapa ini seperti tempat banyak wisata di Kepulauan Seribu yang banyak didirikan cottage dan fasilitas yang superlengkap! Di Pulau Kelapa ini hanya ada 1 rumah panggung yang terbuat dari kayu, terdiri dari beberapa kamar yang siap unti disewakan. Isinya pun hanya kasur-kasur yang digelar di lantai seadanya. Listrik hanya menyala dari Maghrib sampai jam 6 pagi saja. Dan ini catatan sangat penting buat yang maniak online dan telfonan: Miskin sinyal! Yak, hanya di tempat tertentu kita bisa mendapatkan sinyal. Itupun mungkin hanya akan muncul sinyalnya kalau cuaca bagus. Kami menamakannya “Pohon Sinyal”, karena kalau kita menggunakan HP dibawah pohon itu saja kita bisa telfon-telfonan😉 Jadi,kalau mau menginap disini. Siap-siap saja batre cadangan (Buat kamera dan HP) juga makanan yang banyak. Kebetulan kita dimasakin sama yang punya penginapan, tapi ya gitu deh..seadanya. Lauk-knya pun ikan terus😉 Tapi dari perjalanan ini saya bisa mendapatkan hikmah. Biasanya kalau dirumah dimasakin menu begitu pasti protes, mendingan beli makanan dari luar. Di kantor, kadang suka ngeluh bosen sama makanan yang dijual sekitar kantor itu-itu saja. Nah kalau disini? Mau nyari alternatif makanan dimana? Pulaunya ditengah laut begitu…

Back to Teluk Kiluan. Sore sampai disana, kita langsung main di laut! Nyebuuuur! Tapi ga bisa snorkeling euuuy…. padahal sudah bawa perlengkapan dari rumah. Tidak menemukan spot menarik buat snorkeling😦 Padahal kata teman yang sudah pernah kesana, disekitar pulau Kelapa ada tempat buat snorkeling. Akhirnya sih ya cuma main air aja,berenang di sekitaran situ. Tapi karang-nya lumayan tajam, mana saya tidak pakai alas kaki. Sakit-sakit deh..

Habis berenang, karena kedinginan, saya langsung kembali ke penginapan dan mandi. Mandi cepat-cepat sebelum Maghrib menjelang. Karena tempat mandinya tanpa lampu,gelap kalau sudah malam! Udah gitu airnya juga harus nimba sendiri. Kamar mandi yang dibangun seadanya, berdinding kayu dan terpal, beratapkan langit. Hati-hati aja ada yang manjat pohon kelapa ngintip. Hihii… tapi kalau mau mandi di tempat tertutup ada sih, namun biasanya dipake buat Buang air Besar (BAB). Agak sedikit males, airnya juga gak seger. Soalnya disimpan di penampungan gitu. Mendingan mandi pakai air sumur, lebih segar, dan bisa nambah ketebalan otot tangan karena menimba! Hehee…

Dan, sayapun melewatkan Sunset yang sangat indah… (Lihat foto dari teman-teman). Hiks… Dan malam-nya ada kejadian sangat menghebohkan di sekitaran penginapan. Di pinggir pantai, banyak yang mendirikan tenda karena tidak kebagian penginapan. Disitu ada yang kesurupan! Merindiiiiiiiiiiiiing….. *Gausahdibahas

*****

Besok paginya, udara di Teluk Kiluan hujan terus. Menunggu hujan reda, kita baru berangkat hunting Lumba-lumba sekitar pukul 8 pagi. Ke Samudera lepas, kita hanya naik perahu jukung. Ngeri juga sih sebetulnya kalau dibayangin. Perahu ini Cuma bisa muat 3 orang per perahu, plus 1 orang pengemudi perahu. Membayangkan, gimana kalu tiba-tiba ada lumba-lumba yang gede terus nyundul perahu kita. Hiiy…parno!

Namun nasib baik tidak berpihak semua kepada rombongan kita. Meski sudah jauh ke tengah samudera, yang bisa bertemu lumba-lumba hanya sekitar 2 perahu😦 Namun kita dapet hikmahnya juga disini. Menjadi nelayan itu susah, gimana perasaan mererka ketika jauh-jauh mencari nafkah ke tengah laut, namun tidak mendapatkan ikan satupun. Padahal, mereka mencari ikan untuk menafkahi keluarganya. Tidak seperti kita yang hanya refreshing, mencari lumba-lumba.

Kecewa sih ada. Tapi kita ikhlaskan, karena bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Berlayar sampai ke tengah samudera lepas. Subhanallah! Tak terbayangkan sebelumnya. Meski saya sampai mabuk laut, muntah di atas kapal. Pusing sekali rasanya melihat air begitu banyaknya, terombang-ambing. Bisa juga karena saya sefang tidak enak badan, masuk angin, ditambah kurang diiisi makan sebelum berangkat tadi. Pengalaman deh, kapan-kapan kalu kesini lagi sudah ada persiapan lebih mantap. Akhirnya, setelah hampir 3 jam kita berlayar, kembali ke Pulau Kelapa untuk siap-siap pulang ke Jakarta.

Ba’da Dzuhur kita kembali pulang menuju pelabuhan Bakauheni, mampir sebentar di Pantai Mutun. Beberapa tahun lalu saya pernah kesini barengan sama teman-teman Sobatpadi. Namun karena sudah sore, disini kami cuma mampir sbeentar. Padahal objek wisata disini sudah lumayan tertata. Ada wisata airnya, menyebrang pulau juga ada tempat indah dengan pasirnya yang sangat putih dan halus, dan sekarang tempat bilas-nya juga sudah bagus! Baru saja dibangun.

Lampung sangat kaya dengan wisata Pantai-nya. Semoga Pemerintah Lampung dapat menata-nya lebih baik lagi. Fasilitas baik di tempat wisata maupun menuju ke tempat wisatanya lebih ditingkatkan. Semoga….

Comments
  1. dianputi says:

    ini julia kahhh ?? yang pergi sama backpackseru….???

  2. jul2julia says:

    Betuuuuul🙂 kita satu trip dulu ke Kiluan Dian😉

  3. dianputi says:

    yuhuuuuu…blognya bagusss🙂., eh kayaknya yang lagi berenang bertiga itu salah satunya guwe deh :DD

  4. ida says:

    saya ada rencanadi bln sep ini boleh minta sarannya donk….persiapan apa aja yg sangat penting.
    dan saya kebetulan jg tggl di kab tanggamus, kec.talangpadang. kira2 berapa jauh dari tempat saya yach…thx infonya
    salam
    ida

    • jul2julia says:

      @Ida: Waduh, saya kurang tau Kabupaten di Lampung. Bukan orang Lampung🙂 kemarin aja cuma ngikut kemana dibawanya sm penyelenggara tour🙂 Persiapan fisik paling penting,karena tempatnya jauh banget! kondisi harus fit. Biar ga’ mabuk kendaraan sm mabuk laut. Bawa makanan secukupnya,disana ada perkampungan sih..tp makanan yg dijual terbatas.

  5. shinta wardhani s says:

    Salam kenal. Boleh tau nama n alamat EO nya gak ? krn sy ada rencana kesana.Tq

  6. arsita says:

    yup yupzzzzzz……….keren abis tuh pantai,,,and ayo donk pemerintah,,,,,,,,perhatian ama kotanya sendiri………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s