Wisata ke Lombok : Mimpi yang Terbeli

Posted: February 8, 2017 in Travel

Sebenarnya ada rasa malu kalau ada temen yang nanya : ” Sudah pernah ke Bali? Sudah. Kalau ke Lombok?” Hmmmmm…BE….LUM. Apalagi dilanjutkan dengan omongan “sering traveling tapi belum pernah ke Lombok? Kamu harus kesana”. Lombok itu Indah.

Nah…itu mungkin yang menginspirasi saya untuk menulis judul : Mimpi yang terbeli. Seperti kata lagunya Bang Iwan Fals ” Asal uang ada di kantong. Itu tak ada soal..” 🙂 *Nabung…Nabuuung….

Ya…pada akhirnya. Bulan Mei tahun lalu, tanpa harus ambil cuti, saya dan si adik – travel mate saya – berkesempatan pergi juga kesana dengan memanfaatkan promo di Garuda Travel Fair Oktober 2015 dan berangkat Mei 2016. Sebetulnya ga murah-murah amat dapetnya, apalagi itu buat long weekend Kamis dan Jumat libur nasional.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, terjadi musibah. Kaki saya terkilir, dan lumayan bengkak. Setelah dipertimbangkan, akhirnya diputuskan untuk (dipaksain) berangkat. Tiket dan hotel sudah terlanjur di-booking jauh-jauh hari, dan mikirnya sih kapan lagi dapat kesempatan terbang ke Lombok dengan harga diskon. Ceritanya tetep gak mau rugi.
Akhirnya, yang tadinya mau backpacker, jadwal disesuaikan dengan ketidakberdayaan kaki saya. Sebagian dengan sewa mobil, yang di-booking dadakan juga.Dan yang sangat terpaksa, TIDAK MEMBAWA KAMERA DSLR 😦 takut beratin bawaan soalnya.

5 Mei 2016 , CGK – LOP 05:50 – 08:55
Kalau mau murah, cari penerbangan pagi. Karena jadwal kita jam 05:50, dan kaki juga lagi bengkak, kita berangkat dinihari dengan booking Uber, dengan pertimbangan takut macet karena long weekend. Gak pake susah sampai bandara, jalanan juga juga lumayan rame padahal itu masih dinihari. Sampai di Lombok pukul 08.55 WITA.

bandara-internasional-lombok

ALHAMDULILLAAH….

Read the rest of this entry »

TOKYO

Naritaya Restaurant Halal (Asakusa)

Hari ini hari terakhir kita di Tokyo. Rencana mau kemana? Karena ini kali kedua kita ke Tokyo, jadi agak bingung juga memutuskan kita mau kemana. Tadinya pengen ke Museumnya si Doraemon, Fujiko F Fujio Museum, tapi ternyata pas ke Lawson udah ga kebagian tiket. Tiketnya aja katanya sudah dijual 2 bulan sebelumnya.

Kebetulan cuaca cerah, tapi suhu masih dingiiiiiin…. kita foto-foto di atas rooftop Khaosan Tokyo Original hostel yang ternyata lumayan keren pemandangannya.

Pada akhirnya setelah itu, kita nongkrong di Naritaya Asakusa. Restoran Jepang HALAL. Kalau di Asakusa adanya di “Asakusa Nishi-sando Shopping Street”. Ancer-ancer lengkapnya :

Kaminarimon Gate → Sensouji → Turn Left →

Naritaya is in the Nishisando Shotengai Arcade.

Di dalam restaurant, ada larangan tidak boleh sembarang motret. Harus ijin dulu sama yang punya, mungkin karena  mereka ingin menjaga privacy. Kalau sebatas foto makanan mungkin tidak apa-apa, tapi untuk kesopanan kita tetep minta ijin saat mau memoto makanan.

Naritaya Halal Reastaurant (Asakusa)

Selesai makan, pas mau jalan ke stasiun, nemu Uniqlo. Iseng mampir kali aja ada barang lucu nan murah, akhirnya mampir dulu. Lagian seharian ini kita juga udah santai. Pesawat kepulangan ke Kuala Lumpur masih tengah malam. Hasil hunting, lumayan dapet baju kotak-kotak flanel seharga 990 Yen. Habis itu beneran kita lanjut ke stasiun menuju….tempat shopping berikutnya. Namanya juga kelas backpacker, kita cari tempat yang murah. Pilihan kita jatuh ke Ameyoko (Ameya-Yokocho) yang letaknya di sebrang Ueno Station.

Read the rest of this entry »

Seperti yang diperkirakan, kita sampai Tokyo pagi hari. Tujuan Bus kita di Shinjuku. Willer Bus dari Kyoto ini ada berbagai macam tujuan, yang langsung sampai ke Disneyland juga ada.

Sampai Shinjuku, kita dituruninnya bukan di Terminal. Tapi somewhere out there di pinggir jalan gitu. Mana hujan, salju pada mencair, geret-geret koper di jalanan becek penuh salju itu sesuatu banget 😦 Nanya kemana arah stasiun kereta aja susah, Polisinya juga kayak takut ditanya gitu, mungkin gak bisa English juga. Tapi akhirnya nemu juga stasiunnya, pas banget sama jam orang berangkat kerja. Untungnya daerah yang kita tuju, yaitu Asakusa,wilayah turis. Jadi ga begitu padet banget keretanya.

Singkat cerita kita sampai di Asakusa. Hujan masih lebat. Sampai akhirnya kita mutusin kalau sebagian bawaan (baju kotor) disimpan di loker biar koper ga gitu berat. Kebayang geret koper lagi di tengah hujan salju begini. Meski ini kedatangan kedua kami di Tokyo, dulu pernah nginap di Asakusa juga, tapi tetep aja agak siwer arahnya. Dulu nginap di Khaosan Ninja, sekarang di Khaosan Backpacker aja. Group-nya Khaosan ini banyak, kita pilih yang harganya murah. Asal bisa tidur, kamar mandi juga diluar. Itupun harganya udah hampir sama dengan harga hotel di Osaka, Tokyo memang kejam sodara! Bikin kantong kempes.

Bener aja, kita nyasar-nyasar. Sampai akhirnya ada polisi yang kita tanya ngenalin gambar yang kita tunjukin. Tempatnya emang agak nyempil masuk kedalem gang. Alhamdulillaah sudah langsung bisa check in, bisa istirahat dulu, sambil ngangetin badan. Mungkin lagi pas ada kamar kosong. Biasanya, check ini di hostel itu bisa jam 2 atau jam 3 siang.

Setelah badan agak segeran, kita lanjut jalan menikmati Asakusa di sore hari yang dingin sekalian nyari makanan HALAL (yang bukan Kebab). Dulu waktu ke Asakusa kita makan di warung Kebab, sekarang pun masih ada, di pojokan deket lampu merah Waktu kita pesan Kebab, karena tau kita muslim (Alahamdulillah dengan berkerudung, gampang dikenali kalau kita Muslim) sama yang jualan pun entah kenapa dipilihin yang Ayam aja katanya. Tapi kali ini kita sudah punya contekan, mau nyari restauran Muslim yang ada di sekitar Asakusa. Pilihan jatuh ke Sekai Cafe, Naritaya belum ketemu, sementara perut udah laper.

asakusa-map-for-muslim

Read the rest of this entry »

KIYOMIZU-DERA

Besok Paginya, kita bersiap ke Kiyomizudera. Kuil lagi. Iya, di Kyoto ini kebanyakan wisata-nya temple. Kita pilih kuil ini karena ingin lihat pemandangan dari atas yang katanya kalau dilihat disini indah. Kuil ini letaknya diatas bukit, jadi siapkan stamina buat mendaki. Selain itu, menuju kuil ini banyak yang jualan, jadi gak perlu takut kecapean karena bisa sambil cuci mata dan kulineran #naluriperempuan 🙂

( Foto : Kiyomizudera )

ice-cream-matcha

Matcha Ice Cream

How to get there : City Bus (Kyoto Transportation Bureau): Get off at the Gojozaka Stop on Route 206 bound for Higasihama-dori Kitaoji Bus Terminal or Route 100 bound for Kiyomizu-dera Gion/Ginkaku-ji and walk 10 minutes.

Read the rest of this entry »

KYOTO

PENGALAMAN NAIK SHINKANSEN

Waktu di Korea kita pernah nyoba kereta cepatnya KTX – Korea Train Express, di Jepang kita pengen nyoba juga Shinkansen-nya. Tapi maunya nyoba yang murah aja 🙂 jadilah kita putuskan naik shinkansen dari Kyoto ke Osaka meski waktu perjalanan hanya 15 menit saja! Yang penting nyoba. Harganya 1420 Yen, kalau dirupiahkan dengan Kurs 112 jadi Rp 159.040,- MAHAL ya… Naik kereta biasa juga ada, dengan lama sekitar 30 menit dan harga separuh lebih murah dari naik shinkansen.

shinkansen1

Shinkansen

Singkat cerita, sampailah kita di Stasiun Kyoto. Depannya langsung kelihatan Kyoto Tower.

kyoto-station

Kyoto Station

kyoto-tower

Kyoto Tower

 

Read the rest of this entry »